Selama ini puding dikenal sebagai hidangan penutup yang manis, lembut, dan hampir selalu jadi favorit di berbagai kesempatan. Cara membuatnya simpel, bahannya fleksibel, dan gampang dikreasikan sesuai selera. Kini, puding bukan hanya sebagai hidangan penutup, tetapi juga mulai dikembangkan sebagai pangan fungsional yang kaya manfaat. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan daun kelor sebagai bahan utama puding.
Kelor sendiri bukan tanaman asing bagi masyarakat Indonesia, terutama di wilayah timur, Nusa Tenggara Timur. Tanaman ini tumbuh dengan mudah dan sejak lama dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk daun kelor bulat telur dengan tepi daun rata dan ukurannya kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai. Meski tampilannya sederhana, daun kelor menyimpan kandungan gizi yang luar biasa sehingga kelor sering dijuluki miracle tree. Sayangnya, pemanfaatannya masih cenderung terbatas, umumnya diolah sebagai sayur bening atau masakan rumahan.
Daun kelor mengandung berbagai zat gizi penting, seperti Vitamin A, B, dan C, kalsium, zat besi, dan protein. Daun kelor mengandung zat besi lebih tinggi daripada sayuran lainnya, yaitu sebesar 17.2 mg/100 g. Selain itu, daun kelor juga mengandung berbagai macam asam amino. Daun kelor mengandung fenol dalam jumlah yang banyak yang dikenal sebagai penangkal senyawa radikal bebas. Kandungan fenol dalam daun kelor segar sebesar 3,4%, sedangkan pada daun kelor yang telah diekstrak sebesar 1,6%. Kombinasi ini membuat daun kelor bukan sekedar bahan pangan biasa, melainkan termasuk pangan fungsional yang punya manfaat nyata bagi kesehatan.
Agar lebih mudah diterima, terutama oleh mereka yang kurang menyukai sayuran hijau, daun kelor dapat diolah menjadi makanan yang lebih akrab di lidah. Puding kelor menjadi salah satu pilihan yang cukup efektif. Teksturnya lembut, rasanya ringan, dan warna hijau alami justru memberikan kesan segar. Olahan ini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak, sekaligus menjadi cara praktis untuk memasukan gizi daun kelor ke dalam menu harian tanpa terasa “dipaksa”.
Tahapan Pembuatan Puding Kelor
Bahan yang digunakan untuk membuat puding kelor tergolong sederhana dan mudah ditemukan yaitu daun kelor segar, agar-agar plain, gula pasir, susu cair, dan air. Peralatan yang dibutuhkan juga tidak rumit, hanya peralatan dapur yang biasa digunakan sehari-hari, seperti panci, blender, saringan, dan cetakan.
Proses membuat puding kelor tidak rumit dan bisa dilakukan dengan peralatan dapur sederhana. Tahapannya pun cukup mudah diikuti. Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut:
- Daun kelor dicuci bersih dengan air mengalir.
- Daun kelor dihaluskan dengan blender dan disaring.
- Daun kelor yang sudah disaring dimasukkan ke dalam panci.
- Tambahkan agar-agar plain, gula pasir, susu cair, dan air.
- Masak sampai mendidih sambil diaduk perlahan.
- Setelah mendidih, biarkan hingga sedikit dingin dan pindahkan ke dalam cetakan.
- Tunggu sampai mengeras atau dimasukkan ke dalam refrigerator.
- Puding kelor siap disajikan.
Puding kelor bukan hanya cocok untuk dinikmati sebagai camilan sehat di rumah, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk olahan pangan lokal. Dengan pengemasan yang menarik serta informasi yang tepat, olahan ini dapat memiliki nilai jual sekaligus membuka peluang usaha berbasis bahan pangan daerah. Melalui inovasi sederhana seperti puding kelor, daun kelor perlahan tidak dipandang sekedar sebagai pelengkap masakan, melainkan sebagai pangan lokal yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Puding kelor membuktikan bahwa makanan sehat tidak harus rumit melainkan bisa tetap manis, praktis, dan menyenangkan untuk dinikmati. (Intan'2026)
Sumber
Manihuruk, F. M. (2021). Membuat puding kelor [Modul pelatihan]. BBPP Kupang, Kementerian Pertanian. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/27456





