Produksi kedelai membutuhkan waktu beberapa bulan, keberhasilan panen yang optimal perlu disiapkan sejak fase awal pertanaman. Gangguan penghambat pertumbuhan kedelai muncul mulai dari fase bibit. Hama kecil pada masa bibit dapat berdampak besar jika tidak segera ditangani. Tanaman yang rusak sejak awal akan sulit tumbuh dengan baik dan berpotensi mengurangi hasil panen.
Kedelai merupakan salah satu bahan pangan penting setelah beras, hampir 90% dimanfaatkan sebagai bahan baku pangan seperti tahu, tempe, tauco, dan kecap, juga sebagai camilan serta pengganti susu tiruan (soybean milk). Kedelai kaya akan protein nabati untuk meningkatkan gizi dan mengatasi penyakit. Pemanfaatan kedelai akan terhambat apabila produksi menurun, hama menjadi unsur penghambat dalam peningkatan produksi. Satu diantara hama yang mengganggu kedelai ialah hama lalat bibit kacang (Ophiomyia phaseoli). Ukuran hama ini kecil seperti lalat, tetapi serangannya dapat mengganggu kedelai sejak fase awal pertumbuhan. Lalat ini menyerang tanaman muda mulai dari fase awal muncul ke permukaan tanah hingga tanaman berumur 10 hari.
Mengenal Lalat Bibit Kacang (Ophiomyia phaseoli)
Lalat bibit kacang merupakan termasuk dalam kelompok diptera famili Agromyzidae. Lalat betina meletakkan telur pada tanaman muda yang baru tumbuh dan diletakkan di dalam lubang tusukan pada jaringan tanaman, terutama pada keping biji serta pangkal helai daun pertama dan kedua. Telur berwarna putih seperti mutiara dan berbentuk lonjong berukuran panjang 0,31 mm dan lebar 0,15 mm. Setelah dua hari, telur menetas dan keluar larva. Larva kemudian masuk ke dalam keping biji atau pangkal helai daun dan membuat lubang berekan. Selanjutnya, larva menggerek batang melalui jaringan tanaman dan berubah bentuk menjadi kepompong. Kepompong yang awalnya berwarna kuning kemudian berubah menjadi kecokelatan.
Gejala Serangan
Serangan bibit lalat kacang ditandai dengan adanya bintik-bintik putih pada keping biji dan pada daun pertama dan kedua. Bintik-bintik tersebut merupakan bekas tusukan alat peletak telur (ovipositor) dari lalat kacang betina. Pada batang, ulat menggerek melengkung mengelilingi batang di bawah kulit batang dan akhirnya berkepompong pada pangkal batang. Akibat gerekan tersebut, tanaman menjadi layu, mengering, dan mati.
Karena serangan terjadi ketika tanaman masih muda, maka pengamatan sejak awal perlu diperhatikan. Dengan mengenali tanda serangan sejak dini, tindakan pengendalian dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.
Deteksi Dini dan Pengendalian
Pengendalian lalat bibit kacang dapat dilakukan melalui beberapa cara yaitu, menggunakan mulsa jerami sebagai penutup tanah untuk tanaman kedelai yang diperkirakan 5 t/ha, pergunakan perangkap kuning, dan pada daerah terserang dilakukan perlakuan benih dengan merendam benih ke dalam insektisida yang mengandung bahan aktif karbofuran. Dapat juga dilakukan penyemprotan insektisida apabila hama telah mencapai ambang kendali. Penyemprotan insektisida dilakukan saat tanaman berumur 7 hari dan apabila populasi mencapai 1 imago/50 rumpun. Penggunaan insektisida perlu dilakukan sesuai dengan rekomendasi dan kondisi serangan.
Serangan lalat bibit kacang memerlukan perhatian lebih karena terjadi pada fase awal pertumbuhan kedelai. Mengenali hama dan gejala sejak dini menjadi langkah penting agar dapat menjaga tanaman kedelai tetap sehat dari awal pertumbuhan. Pemantauan tanaman secara rutin dan pengendalian hama yang sesuai juga membantu mewujudkan panen yang optimal. Jangan biarkan hama yang kecil mengganggu hasil panen yang diharapkan. (DM’2026)
Sumber :
- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara. (2015). Pengendalian hama lalat bibit dan penggerek polong pada tanaman kedelai [Leaflet]. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/21783
- (2014). Pengendalian hama terpadu mendukung peningkatan produksi kedelai. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/25739
- Marwoto, Hardaningsih, S., & Taufiq, A. (2017). Hama dan penyakit tanaman kedelai: Identifikasi dan pengendaliannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/25637
- Priyanto, & Pustika, A.B. (2016). Hama lalat kacang tanaman kedelai [Leaflet]. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/13074
- Pujiastuti, R. (2017). Hama dan penyakit tanaman kedelai serta pengendaliannya. Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/20909





