Bunga kenanga identik dengan sesaji atau tabur bunga. Kini, kenanga bukan hanya sekadar bunga hias dan pengharum tradisi, namun sudah menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi, utamanya sebagai bahan baku minyak atsiri yang diekspor ke pasar dunia. Menariknya, Indonesia pernah menyuplai lebih dari setengah kebutuhan minyak kenanga global. Perawatan yang tidak sulit dan tahan hama penyakit, serta peluang pasar yang luas, menjadikan budi daya intensif kenanga sebagai investasi cerdas masa depan.
Kenanga (Canangium odorata) memiliki banyak varietas lokal, mulai dari kenanga asli, kenanga kebo, kenanga lumut, hingga kenanga menyan. Perbedaannya dapat dilihat dari bentuk daun dan bunga. Di Filipina juga terdapat tanaman sejenis yang dikenal sebagai ylang-ylang, minyaknya dihargai mahal bahkan bisa dua kali lipat dibanding kenanga Jawa.
Pohon kenanga termasuk tanaman produktif apabila telah mencapai umur 5−7 tahun, satu pohon kenanga dapat menghasilkan 30–100 kilogram bunga per tahun. Ketika sudah berusia 25 tahun, produksinya melonjak menjadi lebih dari 300 kilogram per pohon.
Selain diolah menjadi minyak atsiri, kenanga juga dimanfaatkan dalam ritual budaya dan dipercaya berkhasiat sebagai obat tradisional, seperti untuk pemulihan pasca melahirkan, asma, dan malaria. Penelitian modern pun menunjukkan bahwa minyak kenanga mengandung senyawa antioksidan dan penenang alami. Pasar minyak atsiri dunia terus berkembang, minyak kenanga memiliki ceruk pada industri parfum dunia. Namun, budi daya kenanga di Indonesia masih banyak dilakukan secara tradisional di pekarangan tanpa perawatan khusus dan intensif.
Tahapan Budi Daya Kenanga
Kenanga tumbuh baik di tanah aluvial berwarna kelabu atau cokelat dengan tekstur liat berpasir. Budi daya kenanga dapat dilakukan pada dataran rendah hingga tinggi. Pada dataran rendah, tanaman kenanga akan lebih cepat berbunga, bunga dapat dihasilkan hanya dalam beberapa tahun. Pada dataran tinggi (>500 mdpl) pertumbuhan cenderung lambat (7−10 tahun). Bercocok tanam kenanga dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
- Pembibitan. Dapat dilakukan secara generatif (dari biji) maupun vegetatif (okulasi, cangkok, atau sambung). Bibit dari biji umumnya lebih tahan lama, sistem akarnya kuat, dan berbatang tinggi. Bibit cangkokan lebih cepat berbunga (sekitar 3−4 tahun). Bibit vegetatif dengan teknik okulasi dan sambung dilakukan menyatukan kenanga sebagai batang bawah (kuat dan tahan gangguan dari tanah) dan ylang-ylang pada bagian atas (mutu bunga tinggi) agar mendapatkan hasil terbaik.
- Penanaman. Menyiapkan lubang tanam ukuran 75 cm x 75 cm x 75 cm dengan jarak antar pohon sekitar 8−9 meter, lalu biarkan lubang selama 1,5 bulan agar terjadi pertukaran udara. Lubang diberi pupuk kandang dan ditutup dengan jerami sebelum ditanami bibit. Setelah dua minggu, bibit mulai dapat ditanam. Pada awal pertumbuhan, tanaman diberi pelindung sederhana agar tetap lembab dan terhindar dari gulma.
- Pemeliharaan. Penyiraman dilakukan terutama saat kemarau, penyiangan dilakukan pada umur 1−3 tahun dan dua kali dalam setahun, penyulaman (jika ada bibit mati atau tidak tumbuh baik), pemangkasan (mengatur percabangan), dan pemupukan. Kenanga sebenarnya tidak terlalu menuntut kesuburan tanah, namun pemberian pupuk kandang atau pupuk kimia bisa meningkatkan hasil bunga. Kenanga hampir tidak memiliki hama serius, kecuali ulat daun yang bisa dikendalikan dengan cara sederhana.
- Panen. Tanaman kenanga asal biji biasanya mulai berbunga pada umur 4–5 tahun, sementara hasil vegetatif lebih cepat, 2−3 tahun. Panen kenanga untuk bunga tabur, umumnya dilakukan saat bunga masih hijau. Untuk bahan baku minyak, bunga dipetik saat sudah kuning masak dan dilakukan pada pagi hari agar kandungan minyak tidak banyak menguap.
Pengolahan Minyak Kenanga
Minyak kenanga diperoleh dengan penyulingan sederhana, rata-rata rendemen minyak mencapai sekitar 2% dari bobot bunga segar. Minyak ini yang menjadi komoditas bernilai karena digunakan dalam industri parfum, kosmetik, dan aromaterapi. Proses pengolahan minyak atsiri kenanga sebagai berikut:
- Bunga yang telah dipetik disortiri, kemudian bunga dimasukkan ke dalam ketel penyuling dan disuling dengan penyulingan uap.
- Pada awal penyulingan, tekanan udara diatur mulai dari 1 atm kemudian perlahan-lahan dinaikkan sampai 3 atm.
- Penyulingan dilakukan selama 10 jam atau sampai minyak tidak menetes lagi di tabung pemisah.
- Pisahkan minyak yang masih bercampur air dengan cara membuka keran tabung pemisah.
- Tambahkan Na sulfat anhidrat atau Mg sulfat anhidrat ke dalam minyak sehingga diperoleh minyak yang bebas air.Setelah ketel penyuling dingin, bahan sisa penyulingan dikeluarkan dari ketel dan ketel kemudian dibersihkan.
Kenanga bukan hanya sekadar bunga harum, tetapi juga berpotensi menjadi komoditas yang bernilai tinggi yang menguntungkan petani dan memperkuat posisi Indonesia di pasar minyak atsiri global. Dengan budi daya yang tepat dan dukungan pasar, kenanga dapat mengharumkan nama bangsa hingga industri parfum dunia. (AM’2025)
Sumber:
- Departemen Pertanian. (1988). Budidaya kenanga. Yogyakarta: Departemen Pertanian. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/20581
- Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. (2012). Pedoman Teknis Pengolahan Atsiri Bunga dan Tanaman Hias. Jakarta: Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/17276






