Jagung hibrida Bima 19-URI dan Bima 20 URI tahan kekeringan merupakan varietas unggul hasil persilangan yang dirancang untuk mampu bertahan dan tetap berproduksi pada kondisi kekurangan air. Di tengah perubahan iklim yang menyebabkan musim kering semakin panjang dan tidak menentu, pengembangan jagung jenis ini menjadi solusi penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan, khususnya di wilayah dengan curah hujan rendah.
Karakteristik Jagung Hibrida Tahan Kekeringan
Jagung hibrida Bima 19-URI dan Bima 20 URI ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
- Memiliki sistem perakaran yang lebih dalam dan kuat sehingga mampu menyerap air dari lapisan tanah yang lebih dalam.
- Efisiensi penggunaan air yang lebih baik dibanding varietas biasa.
- Toleran terhadap stres lingkungan, terutama kekurangan air (cekaman kekeringan).
- Tetap mampu menghasilkan tongkol meskipun dalam kondisi air terbatas.
Keunggulan dan Manfaat
Penggunaan dua varietas jagung hibrida tahan kekeringan memberikan berbagai manfaat:
- Produktivitas lebih stabil di lahan kering.
- Mengurangi risiko gagal panen saat musim kemarau.
- Mendukung ketahanan pangan nasional.
- Meningkatkan pendapatan petani karena hasil panen lebih terjamin.
Tantangan Pengembangan
Meskipun memiliki banyak keunggulan, terdapat beberapa kendala:
- Harga benih relatif lebih mahal.
- Memerlukan teknik budidaya yang tepat untuk hasil optimal.
- Ketersediaan benih unggul belum merata di semua daerah.
Jagung hibrida tahan kekeringan merupakan inovasi penting dalam sektor pertanian modern. Dengan kemampuan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem, varietas ini dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan produktivitas di lahan kering sekaligus menjaga ketahanan pangan di masa depan. (Dhira’26)
SUMBER:
- Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (n.d.). Pengembangan jagung hibrida pada lahan kering. https://repository.pertanian.go.id/server/api/core/bitstreams/244ce180-d47c-4f17-bb9b-bdacc12a76f7/content
- Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (n.d.-b). Teknologi produksi jagung hibrida. Diambil dari https://repository.pertanian.go.id/server/api/core/bitstreams/dcd02bbc-c784-4665-943a-081a1ec88d2e/content






