Seiring perkembangan teknologi budi daya, menanam anggur kini menjadi semakin mudah. Dengan penerapan teknik dan perawatan yang tepat, tanaman anggur dapat tumbuh optimal, berbuah lebat, dan menghasilkan buah yang berkualitas dan mampu bersaing di pasaran.
Anggur merupakan buah yang menarik, tidak hanya dari segi tampilan dan rasa, tetapi juga karena kandungan gizi serta nilai ekonomisnya yang tinggi. Seiring berkembangnya inovasi di bidang pertanian, tanaman anggur semakin adaptif dan dapat tumbuh baik di berbagai kondisi, termasuk di pekarangan rumah dan wilayah beriklim tropis.Tanaman anggur tumbuh optimal di dataran rendah (0–300 m dpl) dengan sinar matahari tinggi, udara kering, dan angin yang tidak terlalu kencang. Kebutuhan cahaya lebih dari 75%, curah hujan maksimal 800 mm/tahun, suhu berkisar 23–31°C, serta kelembapan 75–80%.
Anggur dapat beradaptasi di berbagai jenis tanah, namun tumbuh optimal pada tanah subur, gembur, dan mudah menyerap air, seperti lempung berpasir dengan komposisi seimbang. Kedalaman air tanah sebaiknya lebih dari satu meter dan pH ideal antara 5,5–7,3. Hindari sangat berlempung, dangkal, atau berkadar garam tinggi.
Benih
Benih dari varietas unggul merupakan salah satu kunci untuk menghasilkan buah anggur yang berkualitas dan berproduksi optimal. Benih unggul ditandai dengan varietas yang jelas, berlabel, berumur 3–4 bulan, sehat, serta bebas hama dan penyakit. Di Indonesia terdapat sekitar 55 varietas anggur dan tiga di antaranya merupakan varietas unggul hasil Badan Litbang Pertanian, yaitu Jestro AG 86 (produktif, tandan panjang, rasa kuat), Jestro AG 60 (manis, segar, sedikit biji), dan Prabu Bestari (warna merah gelap, manis, buah besar).
Pembukaan Lahan dan Lubang Tanam
Lahan dibersihkan dari gulma, kemudian dibuat lubang tanam berukuran 60 cm × 60 cm × 60 cm dengan memisahkan tanah bagian atas dan bawah. Lubang dibiarkan selama 15–20 hari, lalu diberi pasir setebal 5 cm di dasar. Selanjutnya, lubang ditutup kembali menggunakan tanah bagian atas yang telah dicampur pupuk kandang sebanyak 10–20 kg per lubang.
Pengaturan Jarak Tanam
Jarak tanam disesuaikan dengan pola rambatan. Pada pola pergola digunakan jarak 3 m × 3 m, 3 m × 4 m, 4 m × 4 m, atau 4 m × 6 m. Sementara pada pola kniffen digunakan jarak 3 m × 3 m atau 3 m × 4 m.
Cara Penanaman
Penanaman dilakukan pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Benih dikeluarkan dari polibag, ditanam ke dalam lubang, kemudian ditutup dan dipadatkan. Setelah itu, dipasang kayu setinggi pergola.
Pemeliharaan Tanaman Anggur
Pengairan pada tanaman umur 0–8 bulan pada musim kemarau dilakukan setiap tiga hari sekali. Pada tanaman yang sudah berproduksi, penyiraman dilakukan kembali tiga hari sebelum pemangkasan hingga buah menjelang tua. Pengairan dihentikan dua minggu sebelum panen, lalu dilanjutkan kembali empat hari sebelum panen hingga proses panen berlangsung.
Pemupukan
Pemupukan dapat menggunakan pupuk cair atau padat. Pupuk kandang diberikan 20 hari sebelum pemangkasan dan minimal satu kali dalam setahun.
Pemangkasan Pembuahan Tanaman Anggur
Sebelum pemangkasan, lakukan pemberian pupuk kandang satu bulan sebelumnya, penggemburan tanah, serta pupuk kimia 10 hari sebelum pemangkasan. Penyiraman dilakukan secukupnya 1–2 kali. Saat pemangkasan, cabang tersier dipotong dengan menyisakan 3–4 mata tunas. Setelah itu, lakukan penyemprotan zat pengatur tumbuh pada hari ke-7. Tunas baru akan muncul 5–10 hari setelah pemangkasan, sedangkan bunga muncul 8–24 hari tergantung varietas.
Pemangkasan dapat dilakukan dua kali, yaitu sekitar Maret–April dan Juni–Agustus. Kegiatan ini harus diikuti dengan pengairan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit. Pastikan cabang yang dipangkas mengeluarkan air sebagai tanda tanaman siap dipangkas, lalu sisakan 4–6 mata tunas pada cabang yang subur.
Penjarangan Buah Anggur
Penjarangan dilakukan untuk meningkatkan kualitas buah dengan membuang buah yang tidak normal, seperti yang berpenyakit, tidak seragam, terjepit, atau pecah. Buah yang dipertahankan adalah yang sehat dan seragam. Penjarangan dilakukan dua tahap, yaitu saat buah sebesar kedelai (29–42 hari setelah pangkas) dan sebesar jagung (33–44 hari setelah pangkas). Penjarangan juga penting untuk mencegah dampak serangan hama dan penyakit, sehingga produksi buah tetap optimal dan berkualitas.
Panen
Umur panen buah anggur tergantung pada varietas yang ditanam, iklim, dan ketinggian, umumnya sekitar 95–135 hari setelah pemangkasan. Sebelum panen, penyemprotan dihentikan 1 bulan sebelum panen dan pengairan dikurangi menjadi 10 hari sekali. Panen dilakukan dalam cuaca cerah di pagi hari dengan menggunakan gunting pangkas secara hati-hati.
Dengan penerapan teknik budi daya yang baik, tanaman anggur mampu menghasilkan buah berkualitas tinggi, bernilai ekonomis, dan tingkatkan taraf ekonomi masyarakat. (WD 2026)
Sumber:
- Sukadi, dkk (2021). Budidaya tanaman anggur. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP).
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/17470 - Dewi, E. K., dkk. (2022). Profil sentra anggur. Kementerian Pertanian
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/18046





