Tahukah Anda bahwa mengonsumsi satu porsi buah setiap hari dapat membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus mencegah berbagai penyakit? Selain memberikan rasa segar, buah juga kaya akan vitamin dan mineral penting yang berperan dalam mendukung metabolisme serta memperkuat daya tahan tubuh.
Vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun berguna sebagai pengatur proses metabolisme dalam tubuh. Fungsi vitamin adalah sebagai bagian dari enzim atau ko-enzim untuk mengatur berbagai proses metabolisme dalam tubuh, mempertahankan fungsi berbagai jaringan tubuh, memengaruhi pertumbuhan dan pembentukan sel-sel baru, serta membantu pembuatan senyawa kimia tertentu dalam tubuh.
Mineral berperan penting untuk menjaga kesehatan tulang, mencegah gangguan pada otot, membantu pembentukan haemoglobin, memperlancar metabolisme dan memelihara fungsi otak.
Vitamin tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia dalam jumlah yang cukup. Oleh karena itu, harus diperoleh dari bahan pangan yang dikonsumsi. Bahan pangan sumber vitamin dan mineral banyak terdapat di dalam buah-buahan, antara lain pepaya, jeruk, mangga, jambu. Kandungan nutrisi dalam buah berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga fungsi organ, serta mencegah berbagai penyakit kronis.
Kandungan Nutrisi dan Manfaat Buah
Pisang
Kaya akan serat, vitamin B6, vitamin C, dan kalium yang banyak memberikan manfaat bagi tubuh. Dalam 100 g buah pisang (pisang ambon) mengandung 99 kalori, 1,2 g protein, 25,8 g karbohidrat, 8 mg kalsium, 28 mg fosfor, 0,.5 mg zat besi, 146 IU vitamin A, 0,08 mg vitamin B1, dan 3 mg vitamin C.
Mangga
Mengandung gula buah, asam galat, vitamin C, beta karoten, serat, dan pektin. Kandungan gizi bermanfaat untuk memperbaiki pencernaan, menggiatkan fungsi pembersihan racun dalam tubuh, menyusutkan risiko stroke dan serangan jantung, mengurangi risiko kanker, dan meremajakan sel.
Jeruk
Mengandung vitamin C, pektin, limonen, hesperidin yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mengendalikan kadar kolesterol darah, memperkecil risiko stroke, dan serangan jantung. Selain itu,, mengatasi radang serta mengurangi risiko kanker.
Pepaya
Mengandung vitamin C, beta karoten, vitamin E, kalsium, fosfor, zat besi, serat dan pektin, serta enzim papain. Buah ini sangat bermanfaat untuk mengaktifkan fungsi lambung, mengatasi sembelit, meredakan demam, membersihkan kelebihan lendir akibat kondisi tubuh terlalu asam, meremajakan sel, dan antikanker.
Manggis
Manggis kerap disebut sebagai ratunya buah karena mengandung banyak zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan mulai dari daging buah sampai kulitnya. Kandungan gizi dalam 100 g buah manggis, yaitu 63 kalori, 0,6 g protein, 0,6 g lemak, 15,6 g karbohidrat, 8 mg kalsium, 12 mg fosfor, 0,8 mg zat besi, 0,03 mg vitamin B1 , dan 2 mg vitamin C.
Nanas
Mengandung banyak zat yang sangat berguna untuk tubuh. Salah satunya adalah bromelain, yang diduga bersifat anti-inflamasi atau anti pembengkakan, dan nutrisi lain.
Sirsak
Mengandung gula buah fruktosa, serat, vitamin C, Vitamin B1 dan B2, kalsium, fosfor, dan kalium yang bermanfaat mengatasi gangguan asam urat, meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkal flu, membantu pengobatan batu empedu, mengatasi kelebihan kolesterol, dan trigliserida darah.
Semangka
Mengandung kalium, natrium, beta karoten, dan sitrulin. Bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh, memacu sistem pembuangan racun dalam tubuh, meredakan tekanan darah tinggi, dan menggiatkan peremajaan sel.
Menjadikan buah sebagai bagian dari pola makan sehari-hari adalah langkah cerdas untuk menjaga keseimbangan nutrisi secara alami. Dengan rutin mengonsumsi buah, tidak hanya merawat tubuh dari dalam, tetapi juga membangun fondasi gaya hidup sehat yang berkelanjutan untuk masa depan. (WD 2025)
Sumber:
- Kementerian Pertanian. (2017). Penganekaragaman pangan. Kementerian Pertanian.
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/8874 - Wardani, A. P., Arisandi, F. (2022). Diversifikasi pangan lokal untuk pemenuhan pangan gizi saat puasa. Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang.
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/17261 - Ditjen Perkebunan (2022). Indonesia kaya dengan pangan lokal alternatif hadapi krisis pangan.
https://ditjenbun.pertanian.go.id/indonesia-kaya-dengan-pangan-lokal-alternatif-hadapi-krisis-pangan/.





