Tidak hanya aroma yang khas, akar wangi memiliki potensi dalam mendukung konservasi tanah melalui sistem perakaran yang kuat sekaligus menghasilkan minyak atsiri bernilai ekonomi. Potensi tersebut menjadikan akar wangi sebagai komoditas yang relevan dalam pengelolaan lahan berkelanjutan dan pengembangan produk bernilai tambah.
Akar wangi dikenal sebagai salah satu tanaman sumber minyak atsiri atau Java vetiver oil yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mendatangkan devisa bagi negara. Sebagian besar produk minyak akar wangi Indonesia diekspor dan dapat memenuhi sekitar 30% kebutuhan minyak akar wangi dunia. Nilai ekonomi tersebut tidak terlepas dari kandungan senyawa yang terdapat dalam minyak akar wangi.
Keunggulan akar wangi tidak hanya terletak pada nilai ekonominya, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk konservasi tanah dan air serta stabilisasi lahan karena memiliki sistem perakaran yang kuat. . Akar wangi juga dapat dimanfaatkan untuk fitoremediasi tanah yang tercemar logam berat. Sementara itu, bagian daunnya dapat digunakan sebagai bahan baku industri kertas dan kompos.
Potensi Akar Wangi
Terdapat dua tipe akar wangi, yaitu tipe India Utara yang umumnya tumbuh liar dan berbunga, serta tipe India Selatan yang tidak berbunga. Untuk digunakan sebagai tanaman konservasi lahan, akar wangi yang diutamakan adalah tanaman yang mempunyai perakaran vertikal yang panjang, kuat, dan kokoh. Tanaman tersebut juga memiliki perakaran horizontal yang menyebar di lapisan atas tanah (top soil). Perpaduan perakaran vertikal dan horizontal tersebut memungkinkan akar wangi mencengkeram tanah, baik ke dalam maupun ke samping. Karakteristik perakaran tersebut membuat akar wangi berpotensi membantu menjaga kestabilan tanah dan lahan.
Varietas Unggul Akar Wangi
Produktivitas tanaman akar wangi masih relatif rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tersebut adalah melalui penggunaan varietas unggul.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 581/Kpts/Sr.120/2/2012 dan Nomor 582/Kpts/Sr.120/2/2012 telah dilepas dua varietas akar wangi, yaitu Verina 1 dan Verina 2. Kedua varietas tersebut dapat digunakan sebagai penghasil minyak atsiri maupun konservasi lahan. Karakter kedua varietas tersebut sebagai berikut:
Verina 1
Memiliki karakter daun agak merumbai dan perakaran serabut yang halus serta panjang. Dari sisi kandungan minyak, Verina 1 memiliki kadar minyak sebesar 1,85% dengan kadar vetiverol 50,40%. Varietas ini mampu menghasilkan akar segar sekitar 10,38 ton per hektare per panen. Produktivitas akar kering mencapai 3,72 ton per hektare per panen. Produktivitas minyak yang diperoleh mencapai 66,38 kg per hektare per panen. Verina 1 lebih menonjol dari sisi kadar dan produktivitas minyak.
Verina 2
Bentuk daun merumbai dan perakaran serabut yang kasar serta lebih panjang. Karakter perakaran inilah yang membuat Verina 2 lebih sesuai digunakan sebagai tanaman konservasi lahan. Perakaran yang lebih kasar dan panjang memungkinkan tanaman mencengkeram tanah dengan lebih kuat.Dari sisi produksi, Verina 2 memiliki kadar minyak sebesar 1,772% dan kadar vetiverol 55,5%. Produktivitas akar segarnya mencapai 10,64 ton per hektare per panen, sedangkan produktivitas akar kering mencapai 3,85 ton per hektare per panen. Sementara itu, produktivitas minyak Verina 2 mencapai 60,46 kg per hektare per panen. Verina 2 memiliki produktivitas akar segar dan akar kering yang lebih tinggi serta kadar vetiverol yang lebih tinggi. Namun, kadar minyak dan produktivitas minyaknya lebih rendah dibandingkan Verina 1 sehingga Verina 2 lebih sesuai digunakan sebagai tanaman konservasi lahan.
Akar wangi tidak hanya berperan dalam menguatkan dan menjaga kestabilan tanah melalui sistem perakarannya yang kuat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi sebagai sumber minyak atsiri. Dengan pengembangan varietas yang tepat, akar wangi dapat menjadi tanaman yang mendukung kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi. (WD 2026).
Sumber:
- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2018). Akar wangi varietas Verina 1. Dalam 600 teknologi inovatif pertanian. IAARD Press
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/5638 - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2018). Akar wangi varietas Verina 2. Dalam 600 teknologi inovatif pertanian. IAARD Press
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/5640 - Syukur, C., Trisilawati, O., Hadipoentyanti, E. (2020). Membangun kebun benih varietas unggul akar wangi. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/11450




