Galur itik unggul berperan penting dalam menjamin ketersediaan bibit dan ternak berkualitas. Dengan penggunaan galur yang tepat, dapat diperoleh itik dengan produktivitas tinggi, daging dan telur yang bermutu tinggi. Usaha peternakan dengan menggunakan galur unggul ini menjadi salah satu kunci sukses peningkatan produksi ternak sekaligus memenuhi kebutuhan ternak yang berkualitas.
Bibit itik yang berkualitas menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipahami oleh peternak. Ketersediaan bibit yang bermutu akan berkontribusi langsung terhadap tercapainya produksi yang optimal. Balitnak - Badan Litbang Pertanian (BRMP Unggas dan Aneka Ternak) telah melakukan serangkaian penelitian untuk menghasilkan galur unggul bagi pemenuhan bibit dan penyediaan ternak itik yang berkualitas.
Karakteristik Galur Itik Unggul
Itik Mojosari
Itik Mojosari merupakan keturunan itik liar/mallard di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2837/Kpts/LB.430/8/2012, itik Mojosari menjadi salah satu rumpun itik lokal yang harus dilindungi dan dilestarikan. Karakteristik bobot badan itik Mojosari dewasa rata-rata 1,6--1,7 kg. Bentuk tubuh ramping seperti botol dan berdiri tegak. Berat telur sekitar 65--70 gram. Itik jantan memiliki selembar atau dua lembar bulu ekor yang melengkung ke atas. Warna bulu itik betina dan jantan sama, yaitu berwarna kemerahan dengan variasi cokelat, hitam, dan putih. Keunggulan itik Mojosari, yakni masa produksi bertelur lebih lama dibandingkan itik lokal lainnya. Itik bertelur pertama kali pada umur sekitar 6–7 bulan. Produksi telur akan semakin stabil dan makin banyak ketika itik memasuki umur tujuh bulan. Karakteristik unggul di atas menjadi salah satu faktor pemilihan itik Mojosari sebagai galur bibit induk (parent stock) untuk menghasilkan bibit hibrida itik petelur.
Itik Alabio
Berdasarkan SK Mentan No. 2921/Kpts/OT.140/6/2011, itik Alabio telah ditetapkan sebagai jenis unggas yang perlu dilestarikan. Bentuk tubuh itik Alabio tidak terlalu tegak dan tidak ramping seperti botol. ulu itik dewasa jantan berwarna cokelat - abu-abu muda pada bagian punggung dengan ekor warna hitam melengkung ke atas, dada berwarna cokelat putih keabuan, sayap berwarna cokelat kerlip perak hijau kebiruan. tik dewasa betina mempunyai bulu berwarna hitam – putih pada kepala bagian atas, cokelat keabuan pada bagian punggung, dada, dan sayap dengan ekor lurus ke belakang. Warna ceker dan paruh kuning gading tua. Warna kerabang telur hijau kebiruan. Memiliki bobot badan dewasa jantan dan betina1,59–1,72 kg. Produksi telur 67,11–76,48% atau 220–250 butir/tahun/ekor.
Itik Alabimaster-1 Agrinak
Itik Alabimaster-1 Agrinak berasal dari itik lokal rumpun alabio dari Kalimantan Selatan. Karakteristik postur tubuh tidak terlalu tegak dan tidak ramping. Warna bulu itik betina dewasa hitam-putih pada kepala bagian atas, cokelat keabuan pada bagian punggung, dada, dan sayap dengan ekor lurus ke belakang. Warna bulu itik jantan dewasa cokelat totol-totol hitam atau putih pada kepala bagian atas, cokelat-abu-abu muda pada bagian punggung dengan ekor warna hitam melengkung ke atas. Dada berwarna cokelat putih keabuan. Sayap berwarna cokelat kerlip perak hijau. Bobot badan itik dewasa jantan 1,4–1,6 kg, sedangkan dewasa betina 1,3–1,5 kg. Umur pertama bertelur lebih cepat, yaitu 18--20 minggu atau 4,5--5 bulan. Produksi telur selama satu tahun mencapai ± 287 butir. Telur memiliki daya tetas tinggi mencapai 75–80%. Sifat unggulnya dapat diturunkan, sehingga turunannya menjadi jenis itik hibrida yang memiliki karakteristik sama dengan induknya. Apabila dikawinkan dengan itik Mojomaster-1 Agrinak jantan akan menghasilkan itik Master yang memiliki produktivitas lebih baik daripada induknya.
Itik Master
Itik Master merupakan galur itik hasil persilangan antara itik Mojomaster (jantan) dan itik Alabimaster (betina). Karakteristik penentuan jenis kelamin dapat dilakukan pada saat menetas (day old duck= DOD), berdasarkan warna bulu. DOD itik master jantan memiliki warna punggung hitam, sedangkan DOD itik master betina memiliki warna punggung cokelat. Itik Master betina cocok digunakan sebagai itik petelur dan terbukti masih menguntungkan sampai dengan 2 siklus produksi, dan setelah itu dapat dijual sebagai itik pedaging. Itik Master jantan sebagai hasil ikutan pertumbuhannya relatif cepat. Bobot badan mencapai 1,4–1,6 kg pada umur 10 minggu. Sangat potensial sebagai penghasil daging. Keunggulannya, yaitu umur pertama bertelur lebih cepat, 18--20 minggu atau 4,5--5 bulan. Produksi telur selama satu tahun dapat mencapai kurang lebih 287 butir/tahun, dengan daya tetas telur relatif tinggi.
Pertumbuhan itik - relatif cepat serta tingkat kematian- relatif rendah daripada itik lokal lainnya. Kemampuan adaptasi tinggi sehingga cocok dibudidayakan di lingkungan terkurung atau kandang. DOD Master jantan memiliki warna bulu punggung cokelat tua kehitaman, sedangkan betina cokelat muda. Adanya perbedaan warna tersebut memudahkan ketika sexing. Itik Master jantan sebagai hasil ikutan dari penetasan dapat digunakan sebagai itik potong karena pertumbuhannya yang cepat. Bobot badan itik potong Master jantan dapat mencapai 1,4–1,6 kg pada umur 10 minggu. Dengan bobot tersebut, itik potong Master jantan sangat potensial sebagai penghasil daging, walaupun sebetulnya itik Master bukan itik jenis pedaging.
Dengan galur itik unggul, peternak tidak hanya mendapatkan produksi telur dan daging yang maksimal, tetapi juga keuntungan berlipat dari waktu dan tenaga yang lebih efisien. Investasi pada bibit berkualitas adalah langkah cerdas menuju peternakan modern yang berdaya saing tinggi.(WD 2025)
Sumber:
- Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. (2021). Mengenal Berbagai Rumpun dan Galur Itik Unggul serta Cara Pemeliharaannya.
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/22577 - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2018). 600 Teknologi Inovatif Pertanian. IAARD Press.
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/5698 - Cahyana, D. (2019). Itik Alabio.
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/13715





