Memilih daging ayam bukan sekadar soal harga atau ukuran, namun tentang memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi keluarga. Untuk itu, konsumen dituntut lebih cermat mengenali ciri-ciri daging ayam yang segar, higienis, dan layak konsumsi. Dengan pengetahuan yang tepat, dapat diperoleh tidak hanya bahan pangan terbaik, tetapi juga keamanan pangan terjamin.
Daging ayam merupakan sumber protein hewani yang harganya terjangkau oleh masyarakat dibandingkan daging sapi ataupun daging ruminansia lainnya. Daging ayam mengandung 18 asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh yang berfungsi dalam pembentukan sel-sel dan jaringan baru tubuh serta perbaikan jaringan yang rusak. Pada tahun 2024, produksi daging ayam ras menurut data BPS tercatat 3,84 juta ton. Sementara estimasi produksi daging ayam ras di 2025 menurut Proyeksi Neraca Pangan Bapanas, akan naik 10,95% menjadi 4,25 juta ton. Angka estimasi ini di atas kebutuhan konsumsi yang sebesar 3,87 juta ton. Untuk itu harus didukung dengan ketersediaan daging ayam segar yang aman, sehat, utuh dan halal secara berkelanjutan serta kepercayaan masyarakat untuk mengonsumsi daging ayam sehat tersebut.
Pemilihan ayam potong merupakan langkah penting untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan. Ayam yang dipilih harus memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan ayam potong, yaitu
- Kondisi ayam: memastikan ayam berasal dari ternak yang sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit.
- Kesesuaian umur dan bobot: ayam dipilih pada umur optimal agar menghasilkan daging berkualitas.
- Kualitas bibit (DOC): untuk budi daya, pemilihan bibit unggul sangat menentukan hasil produksi.
- Asal dan penanganan: ayam harus berasal dari peternakan dengan biosekuriti baik dan diproses di tempat yang higienis.
- Sertifikasi dan pengawasan: adanya label atau pemeriksaan kesehatan menjadi jaminan mutu produk.
Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, pemilihan ayam potong dapat dilakukan secara lebih cermat sehingga menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan layak dikonsumsi. Selain itu, ayam potong harus disembelih sesuai standar dan kaidah halal; diproses di tempat yang higienis (rumah potong unggas); serta telah melalui pemeriksaan kesehatan Hal ini penting untuk memastikan keamanan pangan. Mengetahui ciri-ciri daging ayam yang baik merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan daging ayam yang berkualitas dan aman dikonsumsi.
Ciri-ciri daging ayam yang baik
- Warna daging segar dan alami. Ayam potong yang baik memiliki warna putih kemerahan atau merah muda segar; tidak pucat berlebihan atau kebiruan; dan tidak menunjukkan bercak kehijauan atau kehitaman. Warna yang tidak normal dapat menjadi indikasi ayam tidak segar atau mengalami kerusakan.
- Tekstur daging kenyal. Daging terasa kenyal saat ditekan dan kembali ke bentuk semula (tidak lembek); serta tidak berair berlebihan.Tekstur lembek menandakan proses pembusukan telah mulai terjadi.
- Tidak berbau menyengat. Tidak mengeluarkan bau busuk atau asam dan memiliki aroma segar khas daging ayam. Bau tidak sedap merupakan tanda kontaminasi mikroba.
- Permukaan tidak licin atau berlendir. Permukaan tampak bersih dan kering.
- Kulit ayam bersih, tidak kusam. Tidak terdapat memar berlebihan, sobek, atau rusak.
- Tidak mengandung air berlebih. Tidak tampak “menggelembung” akibat penambahan air. Kondisi ini penting untuk menjaga keaslian bobot dan kualitas daging.
Kecermatan dalam memilih daging ayam merupakan langkah sederhana namun penting untuk memastikan kualitas konsumsi pangan harian. Dengan memahami karakteristik daging ayam yang segar dan layak dikonsumsi, kita tidak hanya mempertahankan kelezatan hidangan, tetapi juga turut menjaga kesehatan keluarga. (Dhira’26)
Sumber:
Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan. (2022). Cara pintar pilih pangan asal hewan. BPMSPH. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/20740





