NPP : 3271034C1019314

Pandemi Covid-19 yang merebak sejak bulan Maret 2020 telah membawa dampak bagi semua lini kehidupan termasuk layanan perpustakaan, sejak pertengahan Maret Pepustakaan Pertanian tutup sementara. Untuk mengobati kerinduan para pengunjung pada koleksi Perpustakaan Pertanian yang berlokasi di Jl. Juanda No. 20 Bogor, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu menggelar Virtual Tour berkonsep Live in action Layanan Perpustakaan Pertanian.
Acara ini bertujuan agar rasa penasaran pemustaka yang belum pernah berkunjung ke PUSTAKA bisa terjawab lewat tayangan live virtual tersebut, sehingga menarik pemustaka berkunjung saat pandemi Covid-19 berakhir dan bisa memanfaatkan koleksi yang tersedia di layanan PUSTAKA secara maksimal. Para pengguna bisa melihat live virtual ini dari jarak jauh.
Dalam live virtual tersebut menghadirkan gambaran mengenai perpustakaan pertanian, jenis layanan yang diberikan, ragam koleksi yang bisa dimanfaatkan baik secara online maupun offline, serta sarana dan prasarana lainnya. Acara dibuka oleh Kepala PUSTAKA, Abdul Basit yang dalam sambutan mengungkapkan bahwa PUSTAKA memiliki beberapa layanan diantaranya adalah layanan perpustakaan pertanian, layanan perpustakaan dan pengetahuan pertanian digital, layanan edukasi pertanian tematik Museum Tanah dan Pertanian, serta laboratorium perpustakaan berbasis inklusi sosial Taman Baca PUSTAKA Dramaga. “Layanan Perpustakaan tatap muka di masa Covid-19 memang tidak ada tetapi layanan perpustakan digital meningkat“, ungkapnya.
Sesi selanjutnya menghadirkan tayangan tim pustakawan yang menjelaskan tentang tata cara untuk berkunjung ke perpustakaan saat new normal maupun saat pandemi Covid-19 telah berakhir. Live virtual dibagi dalam 4 segmen lokasi, masing-masing dipandu oleh pustakawan. Lokasi pertama adalah depan gedung sampai ke lobby Pustaka dipandu oleh Pustakawan, Juznia Andriani. Kemudian lokasi kedua ruang layanan, pustakawan yang bertugas memandu adalah Muhammad Zuhdi, menjelaskan tata cara mengisi buku tamu dan kebutuhan informasi apa yang dibutuhkan.
Selanjutnya lokasi ketiga mengenai koleksi majalah dan jurnal terbaru serta koleksi Food Agriculture and Organisation (FAO), ruang audio visual, layanan kids corner, dan ruang reference dipandu oleh Eni Nurwidyastuti. Ia juga menjelaskan layanan kids corner salah satunya adalah story telling untuk pengunjung rombongan anak-anak.
Lokasi terakhir adalah ruang koleksi Antiquariat beserta koleksinya yang dipandu oleh Eka Kusmayadi. Acara live virtual ini diikuti oleh 120 partisipan melalui Zoom serta live streaming Youtube 258 views.

Menyebarkan informasi teknologi pertanian memang tidak mudah, apalagi jika materi penyebarannya berupa jurnal atau karangan ilmiah dengan bahasa yang sulit dimengerti oleh orang awam. Ini menjadi tantangan Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) dalam menyebarkan infomasi teknologi pertanian mendukung Kementerian Pertanian untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern serta mensejahterakan petani. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian saat menghadiri serah terima jabatan kepala PUSTAKA pada 5 Juni 2020 di kantor PUSTAKA, Jalan Ir. H Juanda No. 20 Bogor.
Dalam sambutannya ia mengungkapkan bahwa di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini PUSTAKA dituntut harus tetap menyebarkan informasi teknologi pertanian yang up to date dan dibutuhkan masyarakat serta sinkron dengan program Kementerian Pertanian dan Permasalahan di lapangan. “Segeralah sebarkan dan publikasikan hasil penelitian pertanian, tanpa ada penyebaran hanya akan jadi dokumen sebagai bahan pustaka,” ujarnya bersemangat. Selanjutnya terkait rolling pejabat eselon 2 ia mengungkapkan bahwa mutasi menjadi hal biasa dalam menjalankan tugas, siapapun harus siap ditugaskan dimanapun karena ASN adalah pelayan masyarakat. Kemudian ia menyampaikan bahwa ada 4 poin penting yang harus di lakukan oleh setiap ASN. Pertama adalah ASN perlu kerja yang terbaik karena bekerja dengan baik saja tidak cukup. Kedua adalah fokus sesuai dengan tupoksinya, untuk PUSTAKA fokuslah pada penyebaran teknologi pertanian. Ketiga adalah cepat, untuk bekerja cepat manfaatkanlah teknologi kemudian yang keempat adalah berorientasi hasil.
Kepala PUSTAKA yang baru, Abdul Basit berharap agar ke depan PUSTAKA menjadi lebih maju dan tidak boleh sama. “Untuk kegiatan perpustakaan sudah cukup menonjol, namun untuk penyebaran teknologi pertanian perlu mensinergikan kegiatan dengan program Kementerian Pertanian dengan memenuhi kebutuhan teknologi sesuai kebutuhan petani,” ujanya. Selanjutnya ia mengungkapkan bahwa materi-materi yang akan disampaikan kepada petani harus dikemas dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Sementara itu Kepala PUSTAKA yang beralih tugas menjadi Sekretaris Direktur Jenderal Hortikultura Retno Sri Hartati Mulyandari mengapresiasi seluruh pegawai PUSTAKA yang selama ini telah menjadi tim yang kompak dan membantu dirinya sehingga banyak kegiatan yang telah dilakukan meski dalam waktu kurang dari satu tahun. Diantara kegiatan tersebut ada beberapa kegiatan yang telah mendapat apresiasi dari pihak lain seperti, Akreditasi A untuk perpustakaan dari Perpustakaan Nasional; penobatan PUSTAKA sebagai institusi WBK; Pustaka terpilih sebagai pengelola KKP terbaik dari KPPN Bogor; terpilihnya Museum Tanah dan Pertanian sebagai peraih penghargaan Pelestari Terpuji 2019 d.h. KAPUK BOGOR AWARD; serta ditetapkannya MTP sebagai cagar Budaya Kota Bogor yang disampaikan oleh Walikota Bogor Bima Arya. Selanjutnya kegiatan lainnya adalah POS Tani dan dikembangkannya Taman Baca Dramaga Menjadi laboratorium perpustakaan pertanian berbasis inklusi sosial.
Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian
Jl. Ir. H. Juanda No.20, RT.04/RW.08, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122
dummy+62-251-8321746
dummy [email protected]
Waktu layanan
Senin - Jumat, 08.00 - 15.30 WIB
We have 432 guests and no members online