
Bogor, 9 Maret 2026 — Sebuah buku tidak hanya dinilai dari kualitas isi, tetapi juga dari bagaimana pesan di dalamnya disajikan secara visual. Menyadari pentingnya peran desain tata letak dalam publikasi ilmiah, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB PUSTAKA) melalui Pertanian Press menyelenggarakan Workshop Desain Tata Letak Buku menggunakan Adobe InDesign yang diikuti pengelola terbitan berkala di lingkup Kementerian Pertanian.
Kepala BB PUSTAKA, Eko Nugroho Dharmo Putro, menegaskan bahwa peningkatan kualitas publikasi ilmiah dan diseminasi pengetahuan pertanian perlu didukung oleh pengelolaan terbitan berkala yang profesional, mulai dari proses penyuntingan hingga desain tata letak.
“Melalui workshop desain tata letak buku menggunakan Adobe InDesign ini, diharapkan para pengelola terbitan berkala di lingkup Kementerian Pertanian dapat meningkatkan kompetensi dalam menghasilkan terbitan yang lebih berkualitas dan informatif,” ujar Eko.
Kepala Bagian Umum BB PUSTAKA, Revo Agri Muis, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas para pengelola penerbitan dalam menghasilkan publikasi yang profesional dan berkualitas.
“Ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat langsung dipraktikkan untuk mendukung berbagai kebutuhan penerbitan di lingkup Kementerian Pertanian, baik dalam bentuk buku, media digital, maupun publikasi lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Penerbitan Pertanian, Eni Kustanti, menyampaikan bahwa terbitan berkala di lingkup Kementerian Pertanian, baik berupa buku maupun nonbuku dan media lainnya, harus dikelola secara profesional serta terus ditingkatkan kualitasnya.
“Melalui workshop ini kami berharap para pengelola terbitan berkala dapat meningkatkan kemampuan teknis dalam menghasilkan publikasi pertanian yang lebih berkualitas dan menarik,” kata Eni.
Pada kesempatan tersebut, Alfyandi, layouter dari IPB Press, menyampaikan bahwa seorang layouter perlu memahami terlebih dahulu isi buku yang akan dikerjakan. Pemahaman tersebut menjadi dasar dalam menentukan gaya desain, target pembaca, serta pemilihan tipografi yang sesuai.
“Hal-hal dasar yang perlu dikuasai seorang layouter adalah memahami isi buku, menentukan gaya desain sesuai tujuan dan target pembaca, memilih font yang tepat, serta menjaga kerapihan tata letak,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis para pengelola terbitan berkala, tetapi juga mengasah kepekaan mereka terhadap pengalaman pembaca dalam menikmati isi buku.
Melalui kegiatan ini, BB PUSTAKA berharap kualitas publikasi pertanian di lingkup Kementerian Pertanian semakin meningkat, sehingga informasi dan inovasi pertanian dapat tersampaikan dengan lebih efektif kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. (Rep FN/Edit SO)
