Pandeglang – Usai mengikuti kegiatan LOVE di Kecamatan Cisata, para penyuluh pertanian kembali mendapatkan bekal penting untuk mendukung tugas pendampingan di lapangan. Kali ini, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) memperkenalkan beragam sumber informasi pertanian digital pada 14/07/2026 di Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang.
Sumber informasi digital tersebut dapat diakses secara mudah, cepat, dan gratis sebagai referensi dalam memperkuat penyuluhan serta mempercepat adopsi inovasi pertanian. Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong digitalisasi dan literasi di sektor pertanian, Kegiatan yang bertajuk "Pengenalan dan Akses Sumber Informasi Pertanian" ini dihadiri oleh para penyuluh pertanian Kabupaten Pandeglang yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Fokus utama kegiatan adalah membekali para penyuluh dengan akses informasi yang sahih dan mutakhir guna menunjang tugas mereka mendampingi para petani.
Pada sesi pertama, para penyuluh diperkenalkan dengan repository resmi pertanian melalui laman repository.bppsdmp.pertanian.go.id. Dalam sesi ini, dijelaskan bahwa penyuluh dapat memanfaatkan basis data milik BB Pustaka sebagai rujukan utama.
Repository tersebut merupakan wadah kumpulan koleksi dan publikasi digital yang diterbitkan di lingkup Kementerian Pertanian. Adapun jenis dokumen yang dapat diakses meliputi: Buku dan Artikel Jurnal ilmiah; Majalah dan Buletin pertanian; dan Media penyuluhan visual seperti Brosur, Poster, dan Infografis.
Setelah memahami cara mengakses sumber rujukan dasar, para penyuluh kemudian diajak berselancar ke laman resmi BB Pustaka di pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id. Sesi ini bertujuan memberikan gambaran bagaimana mengolah informasi yang awalnya mentah dan tersebar dari banyak sumber, menjadi sajian informasi yang ringkas dan mudah dipahami oleh petani di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, BB Pustaka memperkenalkan dua fitur unggulan yang tersedia pada situs resminya sebagai sarana memperluas akses informasi pertanian. Fitur pertama adalah Segmen Info Literasi, yang menyajikan artikel ilmiah populer dengan bahasa yang lebih ringan sehingga mudah dipahami oleh penyuluh, petani, maupun masyarakat umum tanpa mengurangi substansi ilmiahnya.
Selain itu, tersedia pula fitur Infografis yang menyajikan informasi pertanian secara visual, ringkas, dan informatif. Melalui fitur ini, pengguna dapat lebih mudah menemukan, memahami, dan memanfaatkan informasi pertanian yang aktual sebagai referensi dalam mendukung kegiatan penyuluhan dan pengambilan keputusan di lapangan.
Sebagai penutup rangkaian acara, Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro, memberikan arahan kepada seluruh peserta, terutama penyuluh pertanian. Beliau menyatakan bahwa penyuluh wajib terus belajar untuk memahami tren pertanian baru yang dapat diterapkan di lapangan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para penyuluh di Kabupaten Pandeglang dapat menjadi jembatan ilmu yang modern bagi para petani, demi mendongkrak produktivitas pertanian daerah. (Kontibrutor QAR/Edit SO).
