
Bogor - Hamparan pakcoy hijau segar memenuhi instalasi hidroponik di Taman Baca Pustaka, saat anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Beta Meca bersama pustakawan Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) melaksanakan panen pada Selasa (14/7/2026). Panen yang rutin digelar setiap satu setengah bulan ini menjadi bukti bahwa literasi tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mampu melahirkan kegiatan produktif yang bernilai ekonomi dan memperkuat kemandirian masyarakat.
Kegiatan panen ini merupakan kelanjutan dari program literasi dan pendampingan hidroponik yang telah dilakukan BB Pustaka sejak beberapa tahun lalu. Berawal dari pengenalan melalui koleksi bacaan dan pelatihan budidaya hidroponik, anggota KWT Beta Meca secara bertahap mempraktikkan ilmu yang diperoleh hingga mampu mengelola kebun hidroponik secara mandiri. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan tidak hanya meningkatkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga membuka peluang usaha melalui penjualan hasil panen yang kini telah memiliki pelanggan tetap.
Proses panen dilakukan secara bertahap. Pakcoy dipanen dari instalasi hidroponik, kemudian disortir berdasarkan kualitasnya. Sayuran yang memenuhi standar dipisahkan dari akarnya sebelum dikemas dalam ukuran 1 kilogram dan 500 gram. Setelah proses pengemasan selesai, seluruh hasil panen langsung disiapkan untuk didistribusikan kepada para pelanggan.
Menariknya, hasil panen pakcoy hampir selalu habis terjual. Sebagian besar bahkan telah dipesan terlebih dahulu oleh warga sekitar maupun pelanggan tetap yang sudah mengenal kualitas pakcoy hasil budidaya KWT Beta Meca. Hal ini menunjukkan bahwa budidaya hidroponik yang dikelola secara konsisten mampu menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Salah satu anggota KWT Beta Meca, Ibu Neneng, mengaku tidak pernah menyangka bahwa kegiatan yang berawal dari membaca dan belajar bersama kini dapat memberikan tambahan penghasilan bagi kelompoknya.
"Awalnya kami hanya diajak membaca buku dan belajar budidaya hidroponik. Tidak pernah terpikir kalau menanam pakcoy bisa menghasilkan cuan. Alhamdulillah, panen pakcoy berkesinambungan dan hasil panennya pun sudah memiliki pelanggan," ujarnya.
Sementara itu, di dalam Taman Baca Dramaga, suasana literasi tetap berlangsung. Saat para ibu memanen dan mengemas pakcoy di halaman, anak-anak memanfaatkan waktu dengan membaca koleksi buku, mewarnai, dan mengikuti pendampingan yang diberikan oleh pustakawan BB Pustaka.
Melalui kegiatan ini, Taman Baca Dramaga tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan keterampilan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan membuktikan bahwa literasi mampu menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian, meningkatkan kesejahteraan, serta membuka peluang usaha berbasis pekarangan melalui budidaya hidroponik. (Kontribuotor TR/Edit SO))
