
Pandeglang, 05 Maret 2025 - Dalam upaya mendorong modernisasi sektor pertanian melalui penguatan literasi, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian menyelenggarakan kegiatan Layanan Literasi bertajuk "Pelatihan Kemas Ulang Informasi dan Media Sosial Pertanian". Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi pengenalan perpustakaan sebagai pusat sumber ilmu pengetahuan yang telah bertransformasi menjadi pilar pendukung kemajuan sektor agribisnis. Setelah memahami peran strategis perpustakaan, peserta kemudian dibekali dengan kecakapan digital dalam mengakses informasi melalui laman resmi milik BB Pustaka. Pada sesi ini, para petani dan penyuluh dilatih menggunakan strategi pencarian informasi yang akurat melalui penggunaan sintaks dan logika boolean guna memastikan referensi yang didapat tepat sasaran dan kredibel.
Aspek komunikasi publik menjadi bahasan krusial yang disampaikan oleh Ketua Kelompok Hukum dan Hubungan Masyarakat BPPSDMP, Ifan Muttaqien. Dalam paparannya, beliau memberikan pengenalan mendalam mengenai media sosial serta strategi pengelolaannya yang efektif bagi penyuluh dan petani. Ifan menekankan pentingnya pengelolaan konten yang konsisten dan informatif agar media sosial dapat menjadi sarana edukasi sekaligus alat pemasaran yang kuat untuk menjangkau masyarakat luas.
Sebagai penutup sekaligus inti dari pelatihan, para peserta diajak melakukan praktik langsung teknik "kemas ulang" menggunakan aplikasi Canva. Dalam sesi yang interaktif ini, peserta diperkenalkan dengan fitur-fitur dasar Canva sebagai alat bantu desain yang ramah bagi pemula untuk menciptakan label kemasan produk yang lebih menarik. Dengan fokus pada kemudahan penggunaan ponsel pintar, pelatihan ini diharapkan mampu mengubah cara petani dalam mempresentasikan produk mereka, sehingga komoditas lokal Pandeglang memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar digital.
Melalui kegiatan ini, BB Pustaka berharap para penyuluh dan petani di Kabupaten Pandeglang tidak hanya menjadi produsen hasil bumi, tetapi juga mampu menjadi pengelola informasi yang mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. (Kontributor QAR).
