
Bogor, 1 September 2025 – Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menunjukkan komitmennya dalam melindungi pegawai dari ancaman judi online yang kian marak. Melalui sosialisasi bertajuk “Waspada Judi Online: Lindungi Diri, Keluarga, dan Bangsa”, BB Pustaka memberikan pemahaman sekaligus peringatan dini agar pegawai tidak terjerat praktik ilegal tersebut.
Acara dibuka oleh Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahaya judi online yang dapat merugikan finansial, merusak mental, mengganggu hubungan pribadi, hingga memicu masalah hukum dan kriminalitas.
Eko juga menekankan pentingnya langkah pencegahan di kalangan ASN, antara lain dengan menunjukkan integritas dan keteladanan, menghindari tempat yang menyediakan sarana perjudian, saling mengingatkan tentang bahaya judi online, serta tidak menggunakan fasilitas negara untuk kegiatan terlarang tersebut. Ia menambahkan bahwa Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Surat Edaran tentang larangan segala bentuk perjudian bagi ASN lingkup Kementan.
Sementara itu, Ipda Sigit Wahyudi KBO Sat Binmas Polres Bogor, dalam paparannya menjelaskan bahwa judi online telah menjadi ancaman serius bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk pegawai negeri. Dengan kemudahan akses melalui gawai dan internet, praktik ini hadir dalam bentuk slot, poker, taruhan olahraga, hingga lotere virtual. “Modus operasinya semakin canggih dengan promosi menyesatkan dan iming-iming keuntungan instan yang tidak realistis,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa keterlibatan ASN dalam judi online tidak hanya merugikan secara pribadi, tetapi juga merusak citra institusi, menurunkan produktivitas, bahkan berpotensi memicu tindak korupsi.
Melalui kegiatan pembinaan ini, BB Pustaka berharap para pegawai semakin sadar akan bahaya judi online, serta berperan aktif dalam mencegah dan melaporkan kasus yang terjadi di lingkungannya. Kolaborasi antara aparat, lembaga, dan masyarakat diyakini menjadi kunci untuk menekan peredaran judi online yang merugikan ekonomi dan mental generasi bangsa.(Rep FN/Edit SO-SWT)
