
Bogor, 12 Maret 2026 – Penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai edukator bagi masyarakat dalam menyampaikan berbagai informasi dan inovasi pertanian. Melalui kegiatan penyuluhan, para penyuluh tidak hanya memberikan pendampingan teknis budidaya, tetapi juga menyebarluaskan pengetahuan yang dapat meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola usaha taninya. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, penyuluh dituntut mampu mengemas informasi pertanian secara menarik dan mudah dipahami masyarakat, salah satunya melalui media digital dan visual.
Upaya peningkatan kapasitas tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan kemas ulang informasi pertanian menggunakan aplikasi Canva yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Caringin. Kegiatan ini menghadirkan tim dari Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) sebagai narasumber, acara diikuti oleh para penyuluh pertanian lapangan, penyuluh pertanian swadaya dan petugas POPT terkait di wilayah kerja BPP Caringin.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Koordinator BPP Caringin, M. Iqbal Munazir. Apresiasi dihaturkannya pada penyelenggaraan acara kemas ulang informasi, pelatihan ini dinilai sangat bermanfaat untuk mendukung pekerjaan penyuluhan di wilayahnya. Perkembangan informasi kini begitu dinamis sehingga pendekatan kemas ulang informasi dapat dimanfaatkan agar penyampaian informasi pertanian menjadi lebih kreatif dan efektif. Iqbal juga menuturkan bahwa sebelumnya sebagian penyuluh juga telah mendapatkan pengenalan aplikasi Canva melalui program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services), ilmu terkait penggunaan aplikasi Canva akan kembali update melalui kegiatan pelatihan kemas ulang. “Sebelumnya pada program YESS juga sudah pernah diajarkan mengenai Canva, mari kita bersama-sama mengikuti pelatihan dengan baik agar ketika selesai bisa paham, mengerti dan mengaplikasikan terutama untuk kelancaran pekerjaan.” tuturnya.
Ketua Kelompok Substansi Perpustakaan BB Pustaka, Widaryono, turut hadir membersamai kegiatan, dalam sambutannya disampaikan bahwa bahwa kehadiran tim BB Pustaka dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan literasi informasi pertanian. Ia menjelaskan bahwa penyuluh pertanian dan BB Pustaka memiliki kesamaan peran dalam diseminasi dan edukasi informasi pertanian kepada masyarakat. Jika penyuluh melakukannya melalui kegiatan edukasi dan praktik di lapangan, maka BB Pustaka melakukannya melalui pengelolaan dan kemas ulang informasi pertanian.
Widaryono menjelaskan dalam era digital saat ini, pemanfaatan teknologi informasi menjadi sangat penting. Penggunaan telepon genggam yang telah menjangkau berbagai kalangan masyarakat membuka peluang besar bagi penyebaran informasi pertanian. Berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok dapat dimanfaatkan sebagai sarana diseminasi informasi yang cepat dan efektif. Informasi mengenai inovasi pertanian, keberhasilan petani, maupun profil BPP dapat dikemas menjadi konten yang menarik untuk dibagikan kepada masyarakat luas.
Materi pelatihan diawali dengan pengenalan akses sumber informasi pertanian, peserta diajak untuk mengenal sumber informasi pertanian yang disediakan oleh BB Pustaka pada website Balai Besar Pustaka dan Repositori Pertanian. Informasi yang disediakan dapat diakses dengan mudah dimana saja dan kapan saja, serta dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat. Setelah memahami penelusuran dan pengambilan informasi, peserta diajak untuk mempelajari fitur Canva dan mempraktikkan langsung pembuatan desain infografis. Hasil karya peserta kemudian diunggah untuk mendapatkan masukan.
Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara BB Pustaka sebagai perpustakaan pertanian dengan para penyuluh pertanian sebagai ujung tombak edukasi di lapangan. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi pertanian serta memperluas diseminasi informasi pertanian yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat. (Kontributor: AM)
