
Cikarang Timur - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, penyuluh pertanian dituntut semakin cakap dalam mengakses dan mengemas informasi menjadi materi penyuluhan yang menarik dan mudah dipahami. Menjawab kebutuhan tersebut, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB PUSTAKA) menghadirkan kegiatan Literasi Onsite di BPP Cikarang Timur, Kamis (15/10/2026), untuk memperkuat keterampilan digital penyuluh melalui praktik kemas ulang informasi pertanian berbasis Canva.
Dengan mengusung sosialisasi dan praktik Kemas Ulang Informasi Pertanian. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan profil BB Pustaka, akses ke sumber informasi melalui website pustaka, repository pertanian serta pertanian press. Untuk kemas ulang informasi diberikan materi menggunakan Canva untuk penyusunan materi penyuluhan dan info literasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan penyuluh pertanian dalam mengakses, mengolah, dan menyebarluaskan informasi pertanian secara digital. Kegiatan ini diikuti oleh 40 penyuluh pertanian yang mengikuti rangkaian acara dengan antusias.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengenalan BB PUSTAKA yang disampaikan Juznia Andriani. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan peran dan layanan BB PUSTAKA dalam mendukung penyediaan informasi dan literasi pertanian. Pengenalan ini diharapkan dapat memperluas wawasan penyuluh mengenai sumber informasi pertanian yang tersedia serta meningkatkan pemanfaatannya dalam mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan di lapangan.
Pengenalan dan praktik akses dan pemanfaatan website Pustaka, Repository Pertanian dan Pertanian Press disampaikan oleh Widaningsih. Pada sesi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai website Pustaka dan repository pertanian serta Pertanian Press sebagai salah sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh berbagai publikasi dan referensi pertanian. Dalam pelaksanaannya, diketahui bahwa masih banyak penyuluh yang belum mengetahui keberadaan sumber informasi tersebut. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk lebih mengenal, mengakses, dan memanfaatkan sumber informasi tersebut sebagai referensi dalam menyusun materi penyuluhan yang informatif, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan petani.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai kemas ulang informasi pertanian menggunakan platform Canva disampaikan oleh Dhira Anindya. Sesi ini memperkenalkan cara mengolah informasi menjadi konten visual yang menarik, ringkas, dan mudah dipahami. Materi tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung. Para penyuluh berkesempatan mencoba membuat dan mengemas informasi pertanian menggunakan Canva dengan mengikuti panduan yang diberikan.
Sebelum kegiatan praktik dimulai, peserta terlebih dahulu mengisi pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mereka mengenai Canva. Setelah mengikuti sosialisasi dan praktik, peserta kembali mengisi post-test sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran. Tahapan ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pemahaman peserta setelah memperoleh materi dan pengalaman praktik secara langsung.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama ketika mencoba mempraktikkan materi yang diberikan. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para penyuluh untuk mengenal teknologi digital sekaligus mengembangkan keterampilan dalam mengemas informasi pertanian agar lebih menarik dan mudah disebarluaskan kepada petani.
Melalui kegiatan Literasi Onsite ini, BB PUSTAKA berharap para penyuluh pertanian semakin termotivasi untuk memanfaatkan sumber informasi digital, khususnya website Pustaka, Repository Pertanian, dan Pertanian Press serta mengembangkan kreativitas dalam mengemas ulang informasi menggunakan Canva. Kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi dan inovasi pertanian secara lebih efektif, komunikatif, dan tepat sasaran.
Kegiatan ini juga menjadi langkah untuk memperkuat sinergi antara BB PUSTAKA dan penyuluh pertanian dalam membangun budaya literasi digital. Dengan akses informasi yang semakin luas dan keterampilan pengemasan informasi yang semakin baik, penyuluh diharapkan mampu menjadi penghubung pengetahuan yang efektif antara sumber informasi pertanian dan petani, sehingga informasi yang bermanfaat dapat menjangkau masyarakat pertanian secara lebih luas. (Kontributor DA/Edit SO)
