
Upaya memperkuat swasembada pangan nasional tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kemampuan petani dan penyuluh mengakses serta memanfaatkan informasi teknologi dan pembiayaan pertanian. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) memperkuat literasi pertanian bagi petani dan penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah IV Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Kegiatan literasi berlangsung menarik dan interaktif. Para petani dan penyuluh mendapatkan informasi mengenai perkembangan teknologi pertanian, khususnya teknologi PM-AAS, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan hasil panen serta memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho, menyampaikan bahwa petani dan penyuluh dapat memanfaatkan perpustakaan pertanian sebagai sumber informasi untuk memperoleh pengetahuan dan teknologi terbaru di bidang pertanian.
“Petani dan penyuluh dapat memperoleh berbagai informasi teknologi pertanian dengan mengunjungi perpustakaan pertanian secara langsung maupun memanfaatkan layanan perpustakaan secara online. Kami memiliki banyak koleksi buku dan sumber informasi pertanian, termasuk informasi terbaru mengenai teknologi PM-AAS,” ujar Eko.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan informasi pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas petani. Dengan mendapatkan informasi yang tepat, petani diharapkan dapat menerapkan teknologi yang sesuai untuk meningkatkan hasil usaha taninya.
Selain literasi teknologi PM-AAS, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani. Materi mengenai akses pembiayaan tersebut disampaikan oleh narasumber dari Bank Mandiri, BRI, dan BJB.
Melalui literasi KUR, petani mendapatkan pemahaman mengenai berbagai pilihan pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha pertanian, mulai dari kebutuhan modal hingga pengembangan usaha.
Kegiatan ini diikuti oleh penyuluh dan petani di wilayah BPP Wilayah IV Leuwiliang. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama penyampaian materi dan diskusi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknologi PM-AAS, tetapi juga memahami peluang akses pembiayaan melalui KUR. Sinergi antara literasi teknologi dan literasi pembiayaan diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan usaha pertanian berkelanjutan. (Rep. IB/Edit SO)
