
BOGOR - Arus informasi digital yang kian deras mendorong peningkatan kemampuan literasi informasi, khususnya di sektor pertanian. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menggelar workshop penelusuran informasi pertanian dan sosialisasi akses jurnal ProQuest di Bogor, Senin (20/4/2026), yang diikuti pustakawan dan pengelola perpustakaan lingkup Kementan serta para penyuluh pertanian lingkup Kabupaten dan Kota Bogor.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong eksplorasi dan peningkatan literasi pertanian sebagai langkah strategis untuk mempercepat swasembada pangan, modernisasi pertanian, dan mendukung petani milenial.
Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengungkapkan jika BB Pustaka bisa bertransformasi dalam meningkatkan literasi pertanian.
Mewakili Kepala BB Pustaka, Kepala Bagian Umum Revo Agri Muis menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi sekedar memperoleh informasi,melainkan menemukan informasi yang tepat, kredibel, mutakhir, dan relevan untuk mendukung pembelajaran, penelitian, serta pengambilan keputusan di sektor pertanian.
Revo menambahkan jika BB Pustaka terus bertransformasi sebagai pusat layanan pengetahuan pertanian melalui berbagai layanan, seperti Repository Pertanian, Pertanian Press, website BB Pustaka, serta akses jurnal internasional melalui ProQuest. Layanan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian berbasis pengetahuan.
"Namun demikian, akses saja tidak cukup melainkan bagaimana akses tersebut dimanfaatkan secara optimal. Kemampuan menelusur informasi secara efektif menjadi kunci agar sumber informasi yang tersedia benar-benar memberikan manfaat", ungkapnya.
Distributor jurnal ProQuest, Icheu menyampaikan secara singkat disertai praktik tentang Platform ProQuest.
Platform ProQuest merupakan database jurnal internasional yang dilanggan oleh BB Pustaka yang sudah selayaknya dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung kegiatan penyuluhan, penulisan karya ilmiah, maupun pengambilan keputusan berbasis data.
Para peserta juga mendapatkan penjelasan terkait fitur-fitur ProQuest. Mulai dari teknik menelusur, filter hasil pencarian hingga pemanfaatan layanan seperti unduh full text sampai pada pembuatan alert yang memungkinkan untuk selalu update informasi melalui email pada topik tertentu sesui permintaan.
Kepala Perpustakaan Universitas Pelita Harapan, Dhama G. Baskoro memaparkan materi tentang tips dan trik penelusuran informasi pertanian secara efektif serta pentingnya literasi informasi untuk memperoleh informasi yang valid, terpercaya bahkan dalam menghadapi tantangan disinformasi dan bias informasi di era digital.
Peserta dibekali dengan berbagai strategi penelusuran informasi secara mendalam untuk mendapatkan informasi yang spesifik sekalipun. Penggunaan formula lima kata kunci (lokasi komoditas, periode, indikaktor dan hasil) untuk menghasilkan pencarian yang spesifik dan terarah.
Selain itu teknik penggunaan operator Boolean (AND, OR, NOT) hingga penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan untuk membantu menyusun boolean string. Tidak kalah penting peserta dikenalkan pada metode evaluasi informasi melalui pendekatan akurasi, validasi, dan relevansi (AVR) guna memasatikan kualitas sumber informasi yang digunakaan.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan praktik langsung, di mana peserta diajak merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan permasalahan nyata di lapangan, kemudian menyusun menjadi strategi penelussuran menggunakan formula lima kata kunci maupun model PICOS.
Peserta dapat memahami secara lebih aplikatif bagaimana menghasilkan pencarian informasi yang tepat sesui kebutuhan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifanya dalam sesi diskusi dan praktaik penelususan informasi yang berlangsung interaktif.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas literasi informasi para peserta, sehingga mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data di sektor pertanian. Dengan keterampilan penelusuran dan evaluasi informasi yang semakin terasah, para pustakawan dan penyuluh diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menghadirkan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembangunan pertanian yang berkelanjutan. (Dyah/Shinta Tim BB Humas Pustaka)
