
BOGOR - Ditengah derasnya arus informasi digital, para penyuluh pertanian dituntut semakin adaptif dan kreatif dalam menyampaikan inovasi kepada petani. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) kembali menggelar Layanan Literasi, Kamis (23/04/2026) di BPP Kota Bogor.
Kegiatan ini dlaksanakan untuk membekali penyuluh dengan keterampilan literasi digital dan teknik kemas ulang informasi yang lebih efektif dan menarik serta memperkuat diseminasi informasi sehingga dapat meningkatkan kapasitas penyuluh dalam mengelola informasi serta memanfaatkan teknologi digital.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman terus mendorong penguatan eksplorasi serta peningkatan literasi di sektor pertanian, sebagai langkah strategis untuk mempercepat tercapainya swasembada pangan, mendorong modernisasi pertanian, sekaligus menarik minat dan peran aktif petani milenial.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa BB Pustaka memiliki peluang besar untuk bertransformasi dalam upaya meningkatkan literasi pertanian agar lebih adaptif dan berdampak luas.
Mewakili Kepala BB Pustaka, Ketua Tim Kerja Penyuluh Kota Bogor, Iwan Ruswandi. menekankan pentingnya penguasaan literasi digital bagi para penyuluh di era informasi saat ini.
Iwan berharap melalui kegiatan ini, para penyuluh dapat menyebarluaskan informasi pertanian secara tepat, akurat, dan menarik kepada masyarakat luas, khususnya kelompok tani binaan di wilayah Kota Bogor.
Selanjutnya sesi pertama diisi dengan pemaparan materi mengenai literasi informasi dan pengelolaan perpustakaan. Peserta diperkenalkan dengan berbagai layanan unggulan yang disediakan oleh BB Pustaka untuk masyarakat serta mekanisme pemanfaatannya.
Menurut Pustakawan Ahli Madya, Riko Bintari Pertamasari menjelaskan terkait keberadaan tiga lokasi pelayanan utama yang dapat diakses oleh publik. Para pengunjung dapat mengunjungi layanan perpustakaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
"Ketiga layanan itu adalah Kantor Pusat BB Pustaka di Jalan Ir. H. Juanda No. 20, Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D) di Jalan A. Yani, serta Taman Baca di Dramaga. Ketiga lokasi ini juga berfungsi sebagai pusat rujukan ilmu pengetahuan pertanian yang lengkap dan modern,” ucap Riko.
Selanjutnya, para PPL dibekali dengan teknik pencarian informasi yang presisi melalui laman resmi BB Pustaka oleh Pustakawan Muda, Widaningsih. Materi ini difokuskan pada kemampuan menyaring informasi yang kredibel dan akurat.
"Para penyuluh memiliki landasan referensi yang kuat sebelum mendiseminasikannya kepada petani di lapangan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa teknologi atau informasi yang sampai ke tangan petani adalah data yang telah terverifikasi secara ilmiah," ujarnya
Pada sesi praktik kemas ulang informasi menggunakan aplikasi desain, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Acara dipandu oleh Tim Pustakawan BB Pustaka.
Para penyuluh mengikuti setiap tahapan praktik dengan saksama dan aktif berdiskusi mengenai aspek teknis yang mereka hadapi. Suasana interaktif ini membuahkan hasil positif. Selain juga para peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Hal ini terbukti dari perolehan nilai post-test yang meningkat tajam jika dibandingkan dengan hasil pre-test yang dilakukan di awal acara.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para penyuluh Kota Bogor siap dalam memproduksi konten informasi yang kreatif dan edukatif, sekaligus menjadi jembatan literasi yang handal bagi kemajuan pertanian di perkotaan. (rep QR/Edit SO)
