
Lembang 8 Oktober 2025 — Untuk meningkatkan literasi digital serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi serah simpan karya cetak dan karya rekam, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menggelar sosialisasi strategis di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pemanfaatan Repository Pertanian, jurnal elektronik EBSCO, dan Klinik Katalog Induk Kementerian Pertanian (KIKP) bagi pejabat fungsional di lingkungan BBPP Lembang dan BRMP Sayuran.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bagian Umum BBPP Lembang Yullyndra Tisna Diputri, dan dihadiri oleh peserta pustakawan dan perwakilan jabatan fungsional di lingkungan BBPP Lembang dan BRMP Sayuran.
Dalam sambutannya, Yully menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif BB Pustaka dalam memperluas pemanfaatan sumber informasi digital serta mendukung pengelolaan publikasi pertanian.
Pada sesi pertama, Ketua Tim Kerja Pelayanan Perpustakaan BB Pustaka Sutarsyah memaparkan materi tentang peraturan serah simpan karya cetak dan karya rekam (KCKR) di lingkungan Kementerian Pertanian.
Sutarsyah menjelaskan dasar hukum, mekanisme pelaporan, serta manfaat serah simpan bagi unit kerja. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh unit kerja Kementerian Pertanian semakin memahami pentingnya pelestarian karya intelektual dan kepatuhan terhadap kebijakan dokumentasi nasional.
Sesi berikutnya Muhammad Zuhdi Pustakawan BB Pustaka, membahas pemanfaatan Repository Pertanian dan jurnal elektronik EBSCO. Peserta diperkenalkan dengan fitur-fitur unggulan repository dan EBSCO, cara melakukan pencarian efektif, serta strategi pengelolaan hasil penelusuran untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengajaran.
Melalui praktik langsung, peserta diajak menelusuri berbagai koleksi ilmiah bidang pertanian yang dapat diakses secara daring. Kegiatan ditutup dengan Klinik KIKP Perpustakaan, yang disampaikan oleh Siti Rohmah, Pustakawan BB Pustaka.
Peserta mendapatkan bimbingan teknis pengolahan bahan pustaka, penentuan subjek dan klasifikasi UDC, serta konsultasi individu mengenai database inlislite. Sesi ini juga menjadi wadah diskusi interaktif untuk mengatasi kendala teknis yang dihadapi pengguna.
Dalam sesi diskusi, peserta antusias dalam hal kepatuhan SKCKR melalui kegiatan sosialisasi ini, BB Pustaka berkomitmen untuk terus memperkuat literasi informasi pertanian di seluruh satuan kerja Kementerian Pertanian.
Dengan kepatuhan serah simpan karya tulis, pemanfaatan jurnal elektronik, dan pengelolaan publikasi kelembagaan yang baik, diharapkan pengetahuan pertanian Indonesia semakin terdokumentasi dan mudah diakses oleh seluruh insan pertanian. (Kontributor MZ/ Edit S0-SWT)
