
Bogor – Komitmen Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan terus diperkuat melalui pelaksanaan akreditasi perpustakaan. Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) mendampingi tim asesor dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dalam proses akreditasi sejumlah perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian yang dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor Pada 28 Juli 2026
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pengelolaan perpustakaan memenuhi standar nasional, sekaligus mendorong peningkatan mutu layanan informasi, literasi, dan penguatan budaya baca di lingkungan Kementerian Pertanian, sehingga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perpustakaan sekaligus meningkatkan mutu layanan informasi dan literasi di lingkungan Kementerian Pertanian.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional RI, Adin Bondar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa akreditasi perpustakaan bukan sekadar proses penilaian administratif, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan perpustakaan agar mampu memberikan layanan informasi yang profesional, inovatif, dan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.
"Perpustakaan harus terus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mampu menghadirkan layanan berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui akreditasi, kita memastikan setiap perpustakaan memiliki tata kelola yang baik dan mampu meningkatkan kualitas layanannya secara berkelanjutan," ujar Adin Bondar.
Lebih lanjut, Adin Bondar mengapresiasi komitmen Kementerian Pertanian melalui BB Pustaka yang secara aktif melakukan pendampingan kepada perpustakaan-perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian dalam menghadapi proses akreditasi. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem literasi yang semakin kuat sekaligus mendukung pengelolaan pengetahuan di sektor pertanian.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Perpustakaan BBPKH Cinagara telah siap mengikuti seluruh tahapan proses akreditasi. Menurutnya, perpustakaan memiliki peran penting tidak hanya sebagai pusat informasi bagi pegawai, tetapi juga sebagai sumber ilmu pengetahuan dan referensi bagi peternak, akademisi, serta masyarakat di sekitar BBPKH Cinagara.
"Akreditasi ini menjadi momentum bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan. Kami berharap Perpustakaan BBPKH Cinagara dapat semakin berkembang sebagai pusat informasi, pembelajaran, dan diseminasi ilmu pengetahuan di bidang kesehatan hewan dan peternakan," ungkap Inneke.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten dan Kota Bogor, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka), tim pendamping akreditasi, serta perwakilan perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian. Di antaranya berasal dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Uji Terap (BRMP UAT), dan Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Pengelolaan Hasil (BRMP Pengelolaan Hasil) yang mengikuti proses penilaian akreditasi oleh tim asesor Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Pelaksanaan penilaian akreditasi dilakukan oleh tim asesor dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yaitu Direktur Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan Nasional RI, Dra. Made Ayu Wirayati, M.I.Kom., bersama Dr. Upriyadi, S.S., M.Hum. Tim asesor melakukan verifikasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan perpustakaan, meliputi kelembagaan, koleksi, layanan, tenaga perpustakaan, sarana dan prasarana, penyelenggaraan, hingga inovasi layanan yang menjadi indikator penilaian akreditasi.
Sebagai instansi pembina perpustakaan pertanian, BB Pustaka terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan di lingkungan Kementerian Pertanian agar memenuhi Standar Nasional Perpustakaan dan mampu memberikan layanan informasi yang semakin optimal. Melalui pendampingan akreditasi ini, diharapkan perpustakaan-perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian semakin berperan sebagai pusat literasi, pengelolaan pengetahuan, dan pembelajaran yang mendukung pembangunan pertanian, serta memberikan manfaat bagi aparatur, pelaku utama dan pelaku usaha pertanian, akademisi, maupun masyarakat luas. (Rep IB/Edit SO)
