
Bogor, 21 Juli 2026 – Di tengah anggapan bahwa pertanian kurang diminati generasi muda, sejumlah anak muda di Tasikmalaya justru membuktikan sebaliknya. Dengan keberanian memulai usaha, kemauan belajar, dan semangat berinovasi, mereka berhasil menjadikan sektor pertanian sebagai sumber penghasilan sekaligus jalan untuk membawa perubahan bagi lingkungan sekitarnya.
Kisah-kisah tersebut kini terdokumentasi dalam buku Kisah Sukses Petani Muda YESS Tasikmalaya yang diterbitkan oleh Pertanian Press Kementerian Pertanian. Buku karya Ergadipura dan Ari Budiman dari Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) ini menghadirkan pengalaman nyata para petani muda peserta Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dalam membangun usaha pertanian yang berdaya saing.
Berawal dari Langkah Sederhana
Setiap kisah dalam buku ini menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu diawali dengan modal besar. Agus, misalnya, memulai usaha peternakan dengan modal hanya Rp10 juta. Berbekal ketekunan dan kerja keras, usaha yang dirintisnya terus berkembang hingga menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.
Cerita lain datang dari Bambang Listiyono. Meski memiliki keterbatasan pendengaran, ia mampu membuktikan bahwa semangat dan tekad dapat mengalahkan segala keterbatasan. Kini, Bambang dikenal sebagai pelopor usaha ternak puyuh di Tasikmalaya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Sementara itu, Yayan Jatmika menunjukkan bahwa pertanian mampu menghadirkan perubahan yang lebih luas. Melalui budidaya cabai, ia tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarganya, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat di Desa Kadipaten, Tasikmalaya.
Pertanian sebagai Peluang Masa Depan
Beragam kisah yang tersaji memperlihatkan wajah baru sektor pertanian. Pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan konvensional, melainkan sebagai bidang usaha yang menjanjikan bagi generasi muda yang berani berinovasi.
Melalui Program YESS, para petani muda memperoleh pelatihan, pendampingan, serta dukungan dalam mengembangkan usahanya. Pendekatan tersebut memberikan bekal bagi mereka untuk membangun bisnis pertanian yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Dikemas Bilingual, Menjangkau Lebih Banyak Pembaca
Selain menghadirkan kisah inspiratif, buku ini juga disusun dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Penyajian bilingual menjadikan buku ini tidak hanya relevan bagi pembaca dalam negeri, tetapi juga dapat memperkenalkan kisah sukses petani muda Indonesia kepada masyarakat internasional.
Buku ini dapat menjadi referensi bagi petani, penyuluh, mahasiswa, akademisi, maupun siapa saja yang ingin mengenal lebih dekat potensi kewirausahaan di sektor pertanian.
Menebarkan Inspirasi Lewat Buku
Penerbitan Kisah Sukses Petani Muda YESS Tasikmalaya merupakan upaya Pertanian Press untuk menyebarluaskan praktik-praktik baik yang lahir dari lapangan. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk melihat pertanian sebagai profesi yang modern, inovatif, dan mampu memberikan masa depan yang cerah.
Buku ini telah diselesaikan pada pertengahan 2024 dan kini dapat diakses secara gratis melalui laman Pertanian Press. Melalui setiap kisah yang disajikan, pembaca diajak memahami bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari langkah besar, melainkan dari keberanian mengambil kesempatan dan konsistensi dalam berusaha. (Rep. JO/Edit SO)
