
Lebak, Banten – Semangat generasi muda Kabupaten Lebak untuk memajukan sektor pertanian semakin terlihat melalui antusiasme mengikuti wawancara calon anggota Brigade Pangan pada (5/10/2026). BB Pustaka siap mengawal pembentukan Brigade Pangan di tiga kecamatan sebagai langkah mendorong lahirnya petani muda inovatif dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan garda terdepan dan motor penggerak percepatan tanam untuk mengoptimalkan lahan pertanian modern, memperkuat swasembada, serta menjawab tantangan regenerasi petani.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam meningkatkan produksi pangan, khususnya di kawasan optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat. Selain mengelola usaha tani modern, Brigade Pangan juga menjadi agen transformasi pertanian melalui penerapan teknologi, penguatan kelembagaan, serta pengembangan agribisnis dengan didukung kemampuan teknis, manajerial, dan kewirausahaan yang kuat.
Plt Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka), Inneke Kusumawaty menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan dan pengembangan Brigade Pangan di tiga kecamatan di Kabupaten Lebak, yaitu Kecamatan Bayah, Kecamatan Sobang, dan Kecamatan Sajira.
“Pembentukan Brigade Pangan ini merupakan bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan pertanian, sekaligus memperkuat regenerasi petani di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, seperti keterbatasan tenaga kerja, perubahan iklim, peningkatan biaya produksi, serta kebutuhan penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian,” ungkapnya.
“Melalui Brigade Pangan, para pemuda diharapkan tidak hanya menjadi pelaku kegiatan budidaya, tetapi juga mampu membangun usaha tani yang produktif, profesional, dan berorientasi pada keuntungan. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengelolaan lahan secara optimal, penerapan teknologi budidaya, serta penguatan kelembagaan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih modern dan berdaya saing,” ujarnya.
LO Brigade Pangan Kabupaten Lebak, Suryono, menyampaikan bahwa antusiasme para pemuda yang mengikuti proses wawancara menjadi motivasi tersendiri untuk terus memperkuat pendampingan dan pengembangan Brigade Pangan.
"Melihat antusiasme para pemuda ini tentu menjadi semangat tersendiri bagi kami. Ini menunjukkan bahwa generasi muda masih memiliki ketertarikan dan keinginan untuk berkontribusi dalam sektor pertanian. Kami ingin semangat ini terus terjaga, sehingga mereka tidak hanya bergabung sebagai anggota Brigade Pangan, tetapi juga mampu berkembang menjadi pelaku usaha tani yang mandiri dan profesional," ungkap Suryono.
Ia menambahkan, para calon anggota Brigade Pangan akan terus mendapatkan pendampingan, terutama dalam mengembangkan usaha tani, mulai dari perencanaan kegiatan, pengelolaan lahan, penerapan teknologi pertanian, hingga penguatan manajemen usaha dan kelembagaan. Dengan demikian, Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperoleh peluang usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pertanian.
“BB Pustaka melalui LO Brigade Pangan bersama tim juga akan terus mengawal proses pembentukan hingga pengembangan Brigade Pangan di ketiga kecamatan tersebut. Pendampingan dilakukan agar setiap Brigade Pangan dapat tumbuh sesuai potensi wilayah, karakteristik lahan, ketersediaan sumber daya, dan kebutuhan pengembangan pertanian setempat,” ujarnya.
“Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian dalam mempercepat swasembada pangan melalui peningkatan produksi, optimalisasi lahan, pemanfaatan mekanisasi, serta penguatan peran generasi muda sebagai motor penggerak pertanian modern,” bebernya.
“Kehadiran Brigade Pangan di Bayah, Sobang, dan Sajira diharapkan dapat menjadi kekuatan baru dalam mengoptimalkan potensi pertanian Kabupaten Lebak. Lebih dari sekadar membentuk kelompok tani, Brigade Pangan diarahkan menjadi kelembagaan usaha pertanian yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat pedesaan,” serunya.
“Antusiasme para pemuda ini menjadi bukti bahwa masa depan pertanian membutuhkan generasi yang berani mengambil peran, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki jiwa kewirausahaan,” tambahnya.
“Dengan dukungan, pendampingan, dan kolaborasi berbagai pihak, Brigade Pangan diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pertanian modern, regenerasi petani, serta swasembada pangan yang berkelanjutan.” Serunya.(Rep IB/Edit SO)
