
Upaya meningkatkan pengetahuan petani dalam budidaya cabai terus dilakukan melalui pendekatan yang lebih dekat dan aplikatif. Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pertanian Press menghadirkan kegiatan Temu Teknologi Pertanian (Tektokan) pada 21 Mei 2026
” Kegiatan ini membahas buku Budidaya Cabai di Dataran Tinggi: Standar Operasional Prosedur (SOP)" bersama petani Gapoktan Sinar Tani dan Cahaya Tani Kecamatan Ciampea di Saung Gapoktan Desa Benteng, Kabupaten Bogor.
Ketua Kelompok Substansi Penerbitan BB Pustaka, Eni Kustanti mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya BB Pustaka untuk menyebarluaskan informasi dan teknologi pertanian melalui buku kepada masyarakat, khususnya petani cabai.
“Melalui buku Budidaya Cabai di Dataran Tinggi: Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterbitkan BB Pustaka, kami ingin pengetahuan yang ditulis oleh para penulis dapat sampai dan dimanfaatkan langsung oleh para petani cabai,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Guru Besar IPB University sekaligus pakar genetika dan pemuliaan tanaman cabai, Muhammad Syukur, menyampaikan pentingnya pemilihan varietas unggul dalam budidaya cabai.
“Varietas menjadi sentral di hulunya. Kalau varietasnya sudah bermasalah, apa pun yang kita lakukan akan sulit. Karena itu petani harus memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lahan, tahan hama dan penyakit, serta sesuai kebutuhan pasar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengendalian hama dan penyakit secara terencana sejak awal budidaya.
“Pengendalian hama dan penyakit tidak bisa dilakukan hanya ketika serangan sudah muncul. Sejak awal pembibitan, pemilihan lahan, hingga penanaman, semuanya harus direncanakan dengan baik agar tanaman cabai tetap sehat dan produktif,” jelasnya.
Sementara itu, Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muchtar Josua Sibarani, menyampaikan bahwa greenhouse sederhana dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga stabilitas produksi cabai.
“Greenhouse sederhana menjadi salah satu solusi budidaya cabai karena dapat melindungi tanaman dari hujan dan cuaca ekstrem, menjaga stabilitas produksi, serta membantu menekan serangan hama dan penyakit,” katanya.
Petani dari Gapoktan Desa Benteng, Hamidi, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut karena materi yang disampaikan dapat diterapkan langsung di lapangan.
“Manfaat dari kegiatan ini sangat besar sekali, karena ilmu yang disampaikan bukan hanya teori, tetapi bisa langsung dipraktikkan dalam pertanian kami, khususnya budidaya cabai. Selama ini saya masih sering mengalami kegagalan saat menanam cabai, jadi dengan adanya tambahan ilmu dari kegiatan ini, Insyaallah ke depan kami bisa lebih baik dalam mengelola lahan pertanian,” ujarnya.
Melalui kegiatan Tektokan, diharapkan adanya penyebarluasan pengetahuan dan teknologi pertanian kepada petani dapat terus ditingkatkan guna mendukung budidaya cabai yang lebih produktif dan berkelanjutan.(Rep FN/Edit SO)
