Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan menulis dan mendokumentasikan pengetahuan menjadi senjata penting bagi kemajuan sektor pertanian. Menjawab tantangan tersebut, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) membuat gebrakan dengan mendorong lahirnya budaya menulis di BRMP Banten melalui kegiatan Akuisisi Pengetahuan Pertanian pada 1 April 2026.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong eksplorasi dan peningkatan literasi pertanian sebagai langkah strategis untuk mempercepat swasembada pangan, modernisasi pertanian, dan mendukung petani milenial.
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyoroti pentingnya kolaborasi antar intansi di kementerian pertanian
Dalam sambutannya Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Banten Andry Polos mengapresiasi inisiatif BB Pustaka dalam mendorong budaya literasi dan publikasi pertanian. Ia juga menyampaikan bahwa Perpustakaan BRMP Banten telah terakreditasi A, meskipun masih menghadapi keterbatasan tenaga fungsional perpustakaan.
Ia mengapresiasi BRMP Banten yang dinilai memiliki potensi besar dalam menghasilkan karya tulis melalui pertanian press, didukung oleh tenaga fungsional teknis yang ada. Selanjutya ia berharap terkait peningkatan produktivitas padi varietas Arkansas yang saat ini masih berada pada kisaran 8,5 ton per hektare dari target 10 ton.
“Kondisi iklim Banten yang relatif panas dan kering diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas tersebut. Banten bersama Bali juga termasuk wilayah LTT dengan indikator hijau.” Ujarnya. Mewakili Kepala Balai Besar Perpustkaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka),Ketua Tim Penerbitan Perpustakaan Pertanian, Eni Kustanti memaparkan kebijakan pertanian press dan mendorong para peserta untuk aktif menulis.
Ia juga memperkenalkan berbagai inovasi yang dikembangkan BB Pustaka, seperti Live of Agriculture Virtual Literasi (LOVE), Bincang Cerdas Literasi (BCL), dan Pustaka Bergerak (PuBer), serta menjelaskan alur penerbitan buku dan mekanisme pengurusan ISBN. Sebagai bentuk apresiasi dan kerja sama, BB Pustaka menyerahkan cenderamata kepada BRMP Banten berupa buku karya Menteri Pertanian.
Memasuki sesi inti, para narasumber dari Tim Penerbitan BB Pustaka menyampaikan materi terkait penerbitan di pertanian press. Edwin menekankan pentingnya akuisisi naskah sebagai upaya transformasi pengetahuan dari tersirat menjadi tersurat.
Materi dilanjutkan oleh Ricka terkait jenis dan mekanisme pengajuan naskah, Hidayat Raharja mengenai pengajuan ISBN, serta Slamet yang memaparkan penerbitan berkala. Selain itu, Johanes menjelaskan strategi penyebarluasan publikasi melalui berbagai media, termasuk media sosial.
Sesi diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan peserta, antara lain terkait akreditasi publikasi, penggunaan data penelitian, mekanisme review, hingga hak cipta. Dijelaskan bahwa terbitan pertanian press merupakan ilmiah populer sehingga tidak terakreditasi seperti jurnal ilmiah, dengan proses review menggunakan sistem blind review dan estimasi waktu sekitar empat minggu.
“Acaranya sangat baik, membuka pemikiran baru dan diharapkan teman-taman di BRMP Banten bisa menyalurkan ide kretifitasnya dalam bentuk tulisan, acara ini juga sangat bagus karena memberikan semua penjelasan tentang bagaimana cara berkomunikasi, menyiapkan komunikasi dan lain sebagainya”, ujar Abdul hafi salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, BB Pustaka berharap dapat mendorong peningkatan minat dan kemampuan menulis di kalangan insan pertanian, sekaligus memperkuat diseminasi pengetahuan melalui berbagai media publikasi. (Jhohanes/Shinta)
