
BOGOR — Belajar pertanian tak harus selalu di sawah, dan mengenal teknologi tak harus lewat layar. Siswa-siswi SMPIT Al-Hikmah Jakarta menemukan pengalaman belajar yang berbeda saat mengunjungi Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) di Bogor, Selasa (13/10/2026). Kunjungan edukatif ini mengajak para siswa menjelajahi dunia literasi sekaligus mengenal inovasi pertanian dalam suasana belajar yang interaktif dan inspiratif.
Kedatangan rombongan yang terdiri dari siswa kelas 7, 8, dan 9 ini disambut hangat di halaman depan kantor BB Pustaka oleh Ketua Tim Kerja (Katimker) Layanan, Sutarsyah, bersama tim. Mengusung semangat belajar yang menyenangkan, rombongan langsung dibagi menjadi kelompok siswa laki-laki dan perempuan untuk menjelajahi berbagai zona menarik yang ada di instansi tersebut. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengenalan fungsi dasar perpustakaan, edukasi tata tertib seperti pengisian buku tamu, aturan penitipan tas di loker, hingga pentingnya menjaga ketenangan selama berada di dalam ruangan.
Perjalanan berlanjut ke Ruang Kids Corner, di mana anak-anak disuguhkan video interaktif seputar pertanian modern serta dikenalkan langsung dengan sistem bercocok tanam hidroponik yang efisien lahan. Suasana semakin seru ketika para siswa bisa bermain berbagai permainan anak dan mengekspresikan kreativitas lewat kegiatan mewarnai gambar.
Tak hanya berhenti di situ, para siswa juga diajak mengunjungi Ruang Digitalisasi untuk menyaksikan bagaimana ribuan naskah dan buku didokumentasikan ke dalam format digital demi keamanan arsip pengetahuan. Pengalaman paling berkesan dirasakan saat mereka memasuki Ruang Preservasi, tempat di mana koleksi buku antikuariat dirawat secara teliti melalui proses pencucian, perendaman dengan cairan kalium permanganat, untuk membasmi jamur, penetralan noda memakai asam oksalat, hingga penyeimbangan keasaman kertas menggunakan magnesium karbonat serta praktik laminasi memakai tisu Jepang.
Selepas dari ruang konservasi, wawasan sejarah para siswa semakin diperkaya di Ruang Display Antikuariat dengan melihat koleksi berusia ratusan tahun, termasuk buku langka terbitan tahun 1885 yang memuat ilustrasi dahsyatnya letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Sebagai penutup kunjungan, anak-anak diajak berkeliling melihat langsung kebun hortikultura di bagian samping dan belakang gedung yang ditanami beragam komoditas seperti sawi, pakcoy, cabai, terong, kacang panjang, buncis, hingga oyong, serta melihat dari dekat area budidaya ikan lele dan nila.
Melalui kunjungan edukatif ini, para siswa SMP Al-Hikmah diharapkan mendapatkan pengalaman berharga yang membuktikan bahwa literasi sejarah dan teknologi pertanian modern dapat dipelajari dengan cara yang sangat seru dan menginspirasi generasi muda. (koresponden TR/Edit SO)
