
Jakarta, 5 Februari 2026 - Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) terus memperkuat peran literasi pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis Kementerian Pertanian dalam percepatan swasembada pangan nasional.
Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan optimalisasi peran penyuluh, penguatan kelembagaan, serta peningkatan produksi melalui cetak sawah baru, hilirisasi, dan tata kelola yang akuntabel guna mencetak sejarah baru pertanian Indonesia.
Kementerian Pertanian (Kementan) terus menorehkan capaian strategis dalam pembangunan pertanian nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pelantikan di Kementan mengungkapkan bahwa salah satu bentuk penghargaan dan penguatan kelembagaan di Kementan adalah peningkatan jabatan struktural dari eselon III menjadi esselon II.
Menurut Mentan Amran, penguatan struktur tersebut harus diiringi dengan kinerja nyata di lapangan. Ia menekankan pentingnya optimalisasi peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang berada di bawah Kementan agar mampu mendorong peningkatan produksi secara signifikan.
“Kita berharap tahun ini dapat mencatat sejarah baru, yaitu ekspor hasil pertanian. Ini bukan kerja satu orang, tetapi hasil kerja bersama seluruh insan pertanian,” tegas Mentan Amran.
Ia juga menyampaikan bahwa Kementan berhasil mencetak sejarah dengan capaian produksi dan stok pangan tertinggi sejak Indonesia merdeka. Capaian tersebut bahkan mampu menurunkan harga beras dunia hingga 44 persen, yang menunjukkan kontribusi nyata petani Indonesia bagi petani dunia.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengungkapkan bahwa seluruh pejabat di lingkungan BPPSDMP diharapkan dapat mendukung penuh program-program strategis Kementan.
"Dukungan tersebut dinilai krusial agar seluruh target program dapat terealisasi dengan baik dan tepat sasaran." Ungkapnya
Pada kesempatan yang sama, Eko Nugroho Dharmo Putro menyampaikan bahwa saat ini para penyuluh di daerah telah resmi bergabung dengan Kementan.
"Dengan bergabungnya penyuluh, diharapkan penguatan kelembagaan ini mampu mempercepat proses swasembada pangan dan pembangunan pertanian nasional secara menyeluruh." Ungkapnya
Eko juga berharap kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membawa perubahan baru yang positif bagi kemajuan pertanian Indonesia. (Rep FN/Edit SO)
