
Jakarta, 13 Oktober 2025 – Inovasi pelayanan publik kembali menjadi sorotan di Kementerian Pertanian, Melalui ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025, Kementan memberikan apresiasi kepada 17 unit kerja terbaik yang berhasil menghadirkan layanan prima, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Biro Organisasi dan SDM Aparatur (OSDMA) Kementan, Nurwahida, kepada para perwakilan unit kerja terpilih. Dalam sambutannya, Nurwahida menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan wujud nyata dari komitmen bersama untuk memperkuat budaya pelayanan publik yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada masyarakat.
“Setiap unit kerja yang berinovasi dan menjaga mutu layanan publik layak diapresiasi. Ini bagian dari dorongan agar semangat perbaikan terus hidup di seluruh lini,” ujar Nurwahida.
Penghargaan ini didasarkan pada hasil Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), serta hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Kementerian Pertanian 2025 yang dilaksanakan oleh Biro OSDMA Kementan.
Dari proses panjang penilaian, terpilih 17 finalis inovasi, terdiri dari 15 inovasi umum dan 2 inovasi replikasi yang berasal dari berbagai unit pelaksana teknis (UPT) dan unit kerja di lingkup Kementan.
Salah satu penerima penghargaan adalah Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka), yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi berbasis masyarakat melalui program PUBER (Pustaka Bergerak).
Inovasi ini mendorong transfer pengetahuan menjadi aksi nyata melalui pelatihan, tutorial, dan pendampingan masyarakat, sehingga menghasilkan kegiatan produktif dan bernilai ekonomi bagi petani dan penyuluh pertanian.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. “Kami sangat bersyukur BB Pustaka terpilih menjadi salah satu penerima penghargaan tahun ini. Semoga inovasi PUBER dapat terus memberikan manfaat bagi petani, penyuluh, serta masyarakat umum,” ujarnya.
Melalui pencapaian ini, BB Pustaka menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang relevan, adaptif, dan berdampak, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas SDM pertanian Indonesia. (Rep FN/Edit SO-SWT)
