
Bogor, 11 Maret 2025 – Pemanfaatan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) semakin berkembang, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) mulai memanfaatkannya untuk mengemas informasi pertanian menjadi lebih menarik. Dalam rangka meningkatkan kemampuan para pengelola Perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian, BB Pustaka menggelar workshop di ruang rapat BB Pustaka.
Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi AI dalam mendukung layanan perpustakaan”. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat diseminasi informasi pertanian sekaligus mendukung percepatan penyebaran inovasi bagi para pemangku kepentingan.
Perkembangan teknologi AI membuka peluang baru bagi perpustakaan untuk meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat, penyuluh, dan petani. Melalui pemanfaatan teknologi ini, perpustakaan tidak hanya dapat mengelola koleksi secara lebih efisien, tetapi juga menghadirkan informasi dalam bentuk yang lebih menarik, cepat, dan mudah dipahami oleh para stakeholder.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharma Putro, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi AI menjadi peluang penting untuk memperkuat penyebaran informasi pertanian kepada masyarakat.
Menurutnya, teknologi AI dapat dikemas lebih menarik dan mudah dipahami, sehingga mampu menjangkau berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa pertanian, generasi muda, hingga para penyuluh yang bertugas mendampingi petani di lapangan.
Dengan menggunakan AI, Kita juga bisa berbagi inovasi dan pengetahuan di bidang pertanian dan dapat terus disebarluaskan kepada stakeholder sebagai bentuk literasi sekaligus pertanggungjawaban kepada masyarakat," ujar Eko.
Ketua Kelompok Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Widaryono mengatakan pemanfaatan kecerdasan buatan AI di BB PUSTAKA sudah mulai diterapkan dalam berbagai proses pengelolaan bahan perpustakaan, mulai dari pengolahan, pengorganisasian seperti klasifikasi, hingga pengolahan data lainnya.
Teknologi AI juga dimanfaatkan untuk membantu menerjemahkan buku-buku koleksi antiquariat serta mendukung layanan informasi melalui fitur chatbot untuk penyebarluasan informasi dan layanan referensi. Selain itu, teknologi seperti Google Lens juga digunakan untuk membantu mengidentifikasi judul koleksi antikuariat,” ujarnya.
Sony Purwoko, Praktisi AI dari Universitas Indonesia mengatakan pemanfaatan AI dapat menjadi mitra strategis bagi pustakawan dalam meningkatkan layanan informasi. Teknologi ini membantu mengolah koleksi, merangkum materi, hingga mengemasnya menjadi konten yang lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat.
Pustakawan dapat memanfaatkan berbagai platform AI, mulai dari alat peringkas seperti Notegpt dan SciSpace, hingga pengemasan konten dalam bentuk infografis, audio, maupun media kreatif lainnya,” ujar Sony.
“Melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, seluruh pegawai BB Pustaka diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan digital serta menghadirkan layanan informasi yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.” Ungkapnya
Lebih lanjut ia mengungkap bahwa menggabungkan kemampuan literasi informasi dan dukungan teknologi AI, perpustakaan tidak hanya menjadi pusat pengetahuan (Agriculture knowledge Centre) tetapi juga ruang kreatif untuk menyebarluaskan informasi secara lebih menarik, efektif, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan. (Rep FN/Edit SO)
