Pandeglang – Semangat menanam kembali menggeliat di tengah hamparan sawah Desa Jiput, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten pada 21/08/26. Melalui Gerakan Tanam (GERTAM), Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) Kementerian Pertanian turut mendorong percepatan tanam sebagai langkah nyata memperkuat produksi pangan sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Pada Gerakan Tanam hari ini, Provinsi Banten menargetkan luas tanam mencapai 40 hektare. Target tersebut menjadi langkah konkret dalam mempercepat proses tanam, mengoptimalkan lahan pertanian, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di daerah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi langkah strategis untuk menjaga produksi pangan sekaligus memperkuat swasembada pangan berkelanjutan. Lahan yang telah mendapat dukungan pemerintah didorong segera ditanami agar dapat berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional.
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menekankan bahwa Gerakan Tanam Serempak merupakan gerakan nyata untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP), memperluas areal tanam, dan mempercepat produksi melalui kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, penyuluh, Brigade Pangan, serta petani.
“Percepatan tanam harus dikawal bersama agar lahan siap tanam segera produktif,” ujar Arsanti. Ia menambahkan, lahan hasil optimalisasi lahan (Oplah) dan dukungan CSR perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan IP dari satu menjadi dua hingga tiga kali tanam.
Kegiatan ini turut dihadiri berbagai unsur terkait, di antaranya Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Banten, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, jajaran penyuluhan pertanian tingkat provinsi dan kabupaten, penyuluh pertanian wilayah Jiput, Carita, Cikedal, dan Pulosari, Camat Jiput, Kepala Desa Jiput, serta Brigade Pangan Karsa Muda Manunggal Kabupaten Pandeglang.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendorong percepatan tanam di tingkat lapangan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani menjadi salah satu kunci agar target tanam dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan.
Semangat Gerakan Tanam juga terlihat dari antusiasme generasi muda yang tergabung dalam Brigade Pangan. Manager Brigade Pangan Karsa Muda Manunggal, Oji Fachrurozi, mengatakan bahwa keterlibatan pemuda dalam kegiatan GERTAM menjadi momentum penting untuk mendorong pertanian yang semakin modern dan produktif.
“Kami sebagai pemuda sangat antusias mengikuti Gerakan Tanam ini. Terlebih, saat ini pertanian sudah didukung dengan penerapan teknologi PM-AAS yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan mendongkrak hasil panen. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus terlibat dan membuktikan bahwa generasi muda juga memiliki peran besar dalam memajukan pertanian,” ujar Oji.
Pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pertanian diharapkan mampu membuat proses budidaya semakin efektif dan efisien. Kehadiran generasi muda yang adaptif terhadap inovasi juga menjadi modal penting dalam mempercepat transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui Gerakan Tanam, petani dan Brigade Pangan didorong untuk mengoptimalkan lahan yang telah siap tanam. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman, menjaga produktivitas lahan, serta memperkuat ketersediaan pangan di Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten.
BB Pustaka turut mengambil bagian dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian. Tidak hanya melalui layanan informasi dan literasi pertanian, BB Pustaka juga hadir mendukung berbagai kegiatan pembangunan pertanian di lapangan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pengetahuan, inovasi, dan informasi bagi pelaku utama sektor pertanian.
Pelaksanaan GERTAM di Desa Jiput diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pertanian, sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, petani, dan generasi muda dalam menggerakkan sektor pertanian.
Dengan semangat gotong royong, pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan aktif generasi muda, Gerakan Tanam menjadi lebih dari sekadar kegiatan menanam. GERTAM menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan pangan, dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.
