
Selasa, 26 Agustus 2025 – Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menyelenggarakan Knowledge Sharing (KS) Pengelolaan Terbitan Berkala, sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan terbitan berkala di Kementerian Pertanian. Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta ini berlangsung secara hybrid dan dipusatkan di Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D).
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Knowledge Sharing (KS) ini memberikan kesempatan bagi para pengelola terbitan dari berbagai instansi untuk meng-update pengetahuan sekaligus bertukar pikiran demi kemajuan dan peningkatan kualitas terbitan berkala di lingkup Kementerian Pertanian. Beliau juga memberikan saran agar terbitan berkala di lingkungan Kementerian Pertanian dapat dikembangkan lebih luas dengan memanfaatkan media sosial, seperti Podcast dan TikTok, sehingga jangkauan dan dampaknya semakin besar.
Selanjutnya Eni Kustanti Ketua Tim Kerja Penerbitan Pertanian, menyampaikan bahwa saat ini BB Pustaka sudah melayani pelayanan penulisan melalui sistem OJS (Open Journal System) yang artinya, proses penulisan dari penulis dapat disampaikan melalui sistem yang dapat dipantau oleh penulis dan tim redaksi penulis, sehingga penulis tidak harus datang ke tempat redaksi berada.
Pemateri pertama, Slamet Siswanto dari Tim Teknologi Informasi (TI) BB Pustaka, memaparkan hasil evaluasi terhadap jurnal-jurnal di lingkup Kementerian Pertanian yang telah menggunakan OJS. Saat ini tercatat ada 21 terbitan berkala, lima di antaranya sudah berjalan aktif, yakni Jurnal AgroSainTa (Pusat Penyuluhan Pertanian/Pusluhtan), Forum Penelitian Agro Ekonomi (PSEKP), Analisis Kebijakan Pertanian (PSEKP), Jurnal Agro Ekonomi (PSEKP), serta Jurnal Tanah dan Iklim (BRMP Sumber Daya Lahan Pertanian). Slamet menekankan bahwa masih banyak terbitan yang belum melengkapi fitur-fitur OJS secara optimal. Ia mendorong agar pengelola memperhatikan kelengkapan dan tampilan OJS sehingga kualitas terbitan semakin profesional dan mendekati standar ideal.
Acara selanjutnya menghadirkan dua pemateri dengan moderator Vivit Wardah, Ketua Kelompok Substansi Penerbitan. Pemateri pertama, Andri Agus Rahman dari BRIN, memperkenalkan ekosistem penerbitan berkala di instansinya. Ia menjelaskan bahwa penerbitan di BRIN mencakup empat jenis, yaitu buku, audio visual, jurnal, serta prosiding/konferensi. Menurut Andri, pengelolaan jurnal dapat dilakukan secara kolaboratif melalui akuisisi bersama dengan instansi pemerintah maupun swasta. Lebih lanjut ia menegaskan bahwa BRIN telah menyiapkan infrastruktur pendukung, meliputi tata kelola website, sistem keamanan, hingga proses editorial berbasis OJS. Proses bisnis dalam OJS sendiri diatur melalui peran masing-masing, mulai dari editor jurnal, section editor, penulis (author), hingga proofreader yang bertugas melakukan pemeriksaan akhir naskah.
Pemateri berikutnya, Busro, pengelola jurnal UIN Bandung, menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan jurnal. Menurutnya, transparansi menjadi kunci karena berlandaskan pada tiga hal: menjaga integritas akademik, meningkatkan kredibilitas jurnal, serta memperluas aksesibilitas dan inklusivitas. Ia menegaskan bahwa jurnal harus memiliki jadwal terbit yang jelas dan konsisten, baik dari sisi volume (tahun), issue (edisi), maupun waktu penerbitan. Selain itu, Busro menekankan pentingnya sistem pengarsipan, karena artikel yang diterbitkan dapat menjadi bukti akademik sekaligus rujukan penting di masa mendatang.
Dalam sesi tanya jawab, Busro menyampaikan bahwa proses pada OJS tidak harus diikuti secara mutlak, sebab sistem tersebut sejatinya hanya berfungsi untuk mempermudah pekerjaan pengelolaan jurnal. Sementara itu, Andri menambahkan bahwa iklan dapat dimasukkan dalam jurnal sebagai salah satu bentuk pengelolaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan praktik pengelolaan terbitan berkala yang dipandu Eni Kustanti.
Diharapkan KS menambah pengetahuan baru bagi pengelola penerbitan khususnya terbitan berkala strategi berkomunikasi dengan penulis dalam mengelola naskah tulisan sampai terbit dengan kualitas yang semakin baik, akuntabel dan profesional. (Rep JO/Edit SO-SWT)
