
Judul Buku : The Variation of Animals and Plants under Domestication
Penulis : Charles Darwin
Penerbit : John Murray
Tahun terbit : 1882
Edisi : Edisi ke-2 (Revisi)
Jumlah halaman : 473 halaman (Vol. 1)
Akses Baca : Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Jl. Ir. H. Juanda No. 20, Kota Bogor
Sejak lama, praktik pertanian tidak terlepas dari upaya manusia dalam mendomestikasi dan mengelola hewan serta tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam proses tersebut, petani secara sadar maupun tidak telah melakukan seleksi terhadap tanaman dan ternak yang memiliki sifat unggul, seperti hasil tinggi, ketahanan terhadap hama, atau kemampuan beradaptasi dengan lingkungan tertentu. Fenomena ini sejalan dengan pemikiran Charles Darwin yang menekankan bahwa variasi dan pewarisan sifat merupakan kunci dalam terbentuknya perbedaan antar varietas atau ras.
Buku The Variation of Animals and Plants under Domestication karya Charles Darwin merupakan salah satu karya penting dalam pengembangan teori evolusi, khususnya terkait variasi makhluk hidup di bawah pengaruh manusia. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1868 dan direvisi pada edisi kedua tahun 1882. Dalam karya ini, Darwin tidak hanya mendeskripsikan berbagai jenis hewan dan tumbuhan domestik, tetapi juga berupaya menjelaskan prinsip-prinsip umum yang mendasari variasi tersebut, termasuk pewarisan sifat dan perubahan akibat lingkungan.
Isi buku ini disusun secara sistematis dengan membahas berbagai kelompok hewan domestik seperti anjing, kucing, kuda, sapi, hingga burung dan serangga, serta tanaman budidaya secara lebih rinci. Pada bagian tanaman, Darwin mengkaji kelompok serealia seperti gandum dan jagung yang menunjukkan variasi bentuk, ukuran, dan adaptasi terhadap lingkungan. Ia juga membahas tanaman sayuran seperti kubis, kacang polong, dan kentang, dengan penekanan pada perbedaan antar varietas yang muncul akibat seleksi dan kondisi tumbuh. Selain itu, dibahas pula tanaman buah seperti anggur, apel, pir, dan stroberi yang mengalami variasi pada ukuran, rasa, dan bentuk, serta fenomena persilangan yang menghasilkan sifat baru. Tidak ketinggalan, tanaman hias seperti mawar, dahlia, dan hyacinth dianalisis dari segi variasi warna, bentuk bunga, serta asal-usulnya. Darwin juga menyoroti bagaimana perubahan dapat terjadi melalui bud variation (variasi tunas), serta bagaimana faktor lingkungan, persilangan, dan seleksi manusia berperan besar dalam membentuk keragaman tanaman budidaya yang ada saat ini.
Salah satu kekuatan utama buku ini adalah pendekatan ilmiah Darwin yang berbasis pada pengumpulan data dan observasi yang luas. Ia menggabungkan informasi dari peternak, ahli botani, dan pengamat alam untuk mendukung argumennya. Selain itu, Darwin juga memperkenalkan konsep penting seperti seleksi buatan (artificial selection) yang menjadi analogi bagi seleksi alam (natural selection), serta teori pangenesis yang mencoba menjelaskan mekanisme pewarisan sifat, meskipun kemudian teori ini tidak sepenuhnya terbukti.
Namun, buku ini memiliki kelemahan dari segi gaya penyajian yang cukup kompleks dan detail, sehingga mungkin sulit dipahami oleh pembaca umum. Banyak bagian yang dipenuhi dengan data teknis dan uraian panjang, yang lebih cocok untuk kalangan akademisi atau peneliti. Selain itu, beberapa konsep yang dikemukakan Darwin, seperti pangenesis, telah digantikan oleh penemuan genetika modern, sehingga perlu dibaca dengan konteks sejarah perkembangan ilmu pengetahuan.
Secara keseluruhan, The Variation of Animals and Plants under Domestication merupakan karya ilmiah klasik yang sangat berpengaruh dalam bidang biologi evolusi. Buku ini tidak hanya memperkuat dasar teori evolusi Darwin, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang proses variasi dan domestikasi. Meskipun sebagian isinya telah diperbarui oleh ilmu pengetahuan modern, karya ini tetap relevan sebagai rujukan historis dan ilmiah dalam memahami perkembangan konsep evolusi dan genetika. (MZ’2026)
