
Judul : Sumber Hara Tanaman Berbahan Baku Lokal
Penulis : Ladiyani Retno Widowati, dkk.
Penerbit : Pertanian Press
Tahun terbit : 2023
Jumlah Halaman : 124 halaman
Link Akses : https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/21989
Krisis pangan global menjadi ancaman nyata yang perlu diantisipasi melalui penguatan sektor pertanian, khususnya dalam hal ketersediaan dan pengelolaan cadangan pangan. Salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan adalah dengan mengoptimalkan pemupukan yang berkelanjutan. Pupuk memegang peranan penting dalam meningkatkan produksi pertanian, namun kelangkaan pupuk bersubsidi dan tingginya harga pupuk anorganik menjadi hambatan dalam capaian. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif pemupukan yang lebih terjangakau serta mudah diperoleh.
Buku Sumber Hara Tanaman Berbahan Baku Lokal merupakan solusi dengan memberikan literasi kepada petani dan praktisi terkait pemanfaatan sumber hara yang tersedia disekitar kita. Pembahasan materi terbagi dalam tiga bagian, bagian pertama merupakan pendahuluan yang mengulas pentingnya pemupukan berimbang dalam mendukung keberhasilan pertanian serta tantangan yang dihadapi akibat kelangkaan pupuk. Bab ini juga menekankan urgensi susbstitusi pupuk anorganik dengan bahan berbasis lokal untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan.
Bagian kedua merupakan inti dari buku ini, membahas secara rinci sumber bahan baku pupuk berbahan baku lokal serta jumlah kandungan haranya. Antara lain: (1). Sumber pupuk Nitrogen (N), mengupas berbagai sumber nitrogen lokal, seperti pupuk guano (kotoran kelelawar), kotoran hewan/ternak, urine ternak, sisa tanaman leguminosa, hingga pemanfaatan pupuk organik cair dari limbah pangan.(2).Sumber pupuk Fosfor (P), membahas fosfat alam, fosfat organik, sisa industri pakan ternak, tepung ikan, tepung tulang, batang pisang, serta pemanfaatan mikroorganisme pelarut fosfat untuk meningkatkan ketersediaan P di tanah. (3). Sumber pupuk Kalium (K), mengulas potensi jerami, kulit pisang, limbah kulit kopi, pupuk kandang dan janjang kosong kelapa sawit sebagai sumber kalium organik yang ekonomis serta potensi sumber pupuk K dari bahan anorganik seperti jenis batuan alkali dan sumber hara lainnya.
Potensi pengembangan pupuk berbahan baku lokal, yang menyoroti bagaimana optimalisasi sumber daya lokal dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pembahasan mencakup aspek teknologi, kebijakan hingga peluang pengembangan industri pupuk lokal berbasis bioindustri dijelaskan pada bagian ketiga.
Sebagai penutup bagian keempat merangkum isi buku sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, dan praktisi untuk memanfaatkan potensi lokal secara optimal demi kelanjutan pertanian Indonesia.
Buku ini cukup informatif karena menyajikan materi yang aplikatif dan berbasis data lapangan, serta hasil-hasil penelitian, dilengkapi tabel dan gambar yang memudahkan pemahaman. Penyajiannya cukup sistematis, mulai dari aspek teknis hingga potensi pengembangan. Namun untuk lebih memperkaya wawasan pembaca, buku ini dapat diperkuat dengan studi kasus atau testimoni langsung dari petani yang telah mempraktekkan penggunaan pupuk lokal. Perlu juga dikupas lebih dalam dari bahan yang mudah ditemui seperti pengelolaan limbah cangkang telur dan kulit pisang sebagai unsur hara tanaman yang potensial. Secara keseluruhan, buku ini sangat bermanfaat sebagai referensi bagi masyarakat umum, petani, penyuluh, peneliti dan pengambil kebijakan dalam memajukan sektor pertanian yang mandiri dan berkelanjutan. (DA’25)
