
Judul : Petunjuk Teknis Budidaya Tanaman Kedelai
Penyusun : Ratmi H, Nurhafsah, Ida Andriati, Fitriawaty
Penerbit : BPTP Balitbangtan Sulawesi Barat
Tahun terbit : 2020
Jumlah halaman : 32 halaman
Link Akses : https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/15323
Kedelai merupakan produk tanaman pangan yang tidak asing bagi masyarakat. Selain menjadi andalan dalam pemenuhan protein nabati, lebih dari itu kedelai digunakan sebagai bahan baku industri, pakan ternak maupun produk pangan seperti bahan dasar tempe, tahu, susu kedelai, hingga kecap. Merupakan tanaman dengan nilai gizi tinggi yang kaya akan protein, asam amino esensial, vitamin B, dan mineral penting. Namun ditengah meningkatnya kebutuhan kedelai, tidak diimbangi dengan produktivitas yang memadai sehingga jalan impor terpaksa dilakukan. Produktivitas kedelai juga cenderung stagnan serta berbanding terbalik dengan hasil optimal di tingkat penelitian, sehingga terjadi gap produktivitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan produksi kedelai setiap tahunnya di tingkat petani untuk mendukung peningkatan produksi Nasional.
Buku “Petunjuk Teknis Budidaya Tanaman Kedelai” ini, dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan budidaya kedelai. Buku ini dibuka dengan uraian pentingnya kedelai dalam strategi nasional ketahanan pangan dan urgensi meningkatkan produksi dalam negeri. Selanjutnya di bab kedua, penulis menguraikan melalui 11 aspek kunci budidaya kedelai: mulai dari pemilihan lokasi, pengolahan lahan, pemilihan varietas benih unggul, teknik penanaman, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit, hingga tahap panen dan pasca panen, termasuk bagaimanan cara menyimpan dan mengemas
Penjelasan mengenai penyesuaian teknik budidaya dengan kondisi agroekosistem lokal menjadi kekuatan utama buku ini. Setiap teknik disusun berdasarkan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), yang mengintegrasikan aspek biofisik lahan, sosial ekonomi, dan kelembagaan petani. Misalnya, untuk lahan sawah eks padi, penanaman kedelai sebaiknya dilakukan saat kemarau; sedangkan di tegalan, penanaman lebih tepat dilakukan saat musim hujan. Kesesuaian waktu tanam dan kondisi air menjadi faktor krusial yang sangat diperhatikan dalam buku ini.
Kelebihan lain dari buku ini adalah kelengkapan informasi tentang varietas unggul, seperti Anjasmoro, Grobogan, hingga Mahameru, beserta karakteristik adaptasi dan produktivitasnya, yang tersaji dalam bentuk tabel. Buku ini juga memberikan panduan pengendalian hama dan penyakit secara rinci, baik secara mekanis, biologis, maupun kimiawi, disertai dengan nama-nama organisme pengganggu dan metode penanggulangannya yang tepat.
Secara visual, buku ini dilengkapi foto-foto yang memperjelas tahapan budidaya serta gejala serangan hama dan penyakit. Narasinya ringkas namun padat, dengan bahasa yang mudah dipahami bagi kalangan petani, penyuluh, maupun pelaku usaha agribisnis. Sebagai panduan teknis, buku ini sangat aplikatif dan layak menjadi rujukan utama dalam praktik budidaya kedelai nasional. Namun, agar lebih berdampak luas, diperlukan upaya diseminasi yang masif dan pendampingan di lapangan, sehingga inovasi yang ada benar-benar diadopsi oleh petani. Buku ini sangat berguna bagi siapa pun yang berkecimpung dalam budidaya kedelai. (DA’25)
