
Judul : Petunjuk Teknis Budidaya Jagung Terstandar
Penyusun : Rathi Frima Zona, dkk
Penerbit : Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Riau
Tahun Terbit : 2024
Jumlah halaman : 120 halaman
Link akses : 1. https://tanirepo.id/items/462bea52-f023-46d6-a383-f51061a01001
2. https://repository.pertanian.go.id/items/462bea52-f023-46d6-a383-f51061a01001
Budidaya jagung merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan dan penyediaan bahan baku pakan ternak di Indonesia. Seiring meningkatnya kebutuhan jagung dari tahun ke tahun, diperlukan penerapan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil panen. Dalam konteks tersebut, penerapan standar budidaya menjadi sangat penting agar proses produksi berlangsung lebih efisien, berkelanjutan, dan menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan mutu.
Buku Petunjuk Teknis Budidaya Jagung Terstandar disusun sebagai pedoman teknis yang memadukan konsep Good Agricultural Practices (GAP) dengan teknologi budidaya jagung yang telah direkomendasikan. Pada bagian awal, penulis menjelaskan pentingnya penerapan standar dalam kegiatan budidaya, mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan benih bermutu, pemupukan, perlindungan tanaman, hingga penanganan pascapanen. Melalui pendekatan ini, pembaca diajak memahami bahwa budidaya jagung modern harus dilakukan secara terencana dan terukur agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Salah satu bagian penting dalam buku ini adalah pembahasan mengenai standar budidaya berdasarkan SNI IndoGAP. Penulis menguraikan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi pada setiap tahapan produksi, mulai dari penyiapan lahan, perlakuan benih, penanaman, pemupukan, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Pembahasan ini memberikan pemahaman bahwa standar budidaya tidak hanya berfungsi meningkatkan hasil, tetapi juga mendukung keamanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
Bagian lain yang dibahas secara terperinci dalam buku ini yaitu teknologi budidaya jagung. Penulis menjelaskan berbagai varietas unggul jagung komposit beserta kelebihan masing-masing, seperti toleran kekeringan, adaptif pada lahan masam, tahan penyakit, maupun memiliki kandungan gizi yang lebih baik. Selain itu, dijelaskan pula pentingnya penggunaan benih bermutu dan perlakuan benih sebelum tanam untuk meningkatkan daya tumbuh serta mencegah serangan penyakit. Tahapan persiapan lahan, pengolahan tanah, pembuatan saluran drainase, hingga teknik penanaman dengan sistem jajar legowo diuraikan secara sistematis sehingga mudah dipahami dan diterapkan oleh petani.
Pembahasan mengenai pemupukan juga menjadi salah satu materi penting buku ini. Penulis menjelaskan konsep pemupukan berimbang berdasarkan prinsip 4T, yaitu tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat jenis. Uraian mengenai kebutuhan unsur hara tanaman, rekomendasi pemupukan berdasarkan target produksi, serta gejala kekurangan unsur hara disajikan secara rinci. Buku ini juga menekankan pentingnya penggunaan pupuk organik sebagai pelengkap pupuk anorganik untuk menjaga kesehatan tanah dalam jangka panjang.
Selain aspek budidaya, buku ini memberikan pembahasan yang cukup lengkap mengenai pengelolaan air, pengendalian gulma, serta pengendalian hama dan penyakit. Pendekatan yang digunakan mengutamakan pengendalian terpadu melalui metode kultur teknis, mekanis, hayati, dan kimia secara bijaksana. Pada bagian akhir, buku membahas proses panen, pascapanen, sanitasi lingkungan kerja, dan pengelolaan mutu produk.
Kelebihan buku ini terletak pada kelengkapan materi dan penjelasan tekniis yang sistematis termasuk penerapan standar budidaya, pemupukan, dan pengendalian organisme penganggu tanaman. Namun, banyaknya tahapan dan istilah teknis dapat menjadi tantangan bagi pembaca pemula, sehingga penerapan petunjuk tetap memerlukan pemahaman dasar budidaya dan penyesuaian dengan kondisi lahan setempat.
Dengan cakupan materi yang luas dan penyajian yang sistematis, buku Petunjuk Teknis Budidaya Jagung Terstandar menjadi referensi yang sangat bermanfaat bagi petani, penyuluh, mahasiswa, maupun praktisi pertanian yang ingin meningkatkan produktivitas jagung melalui penerapan teknologi budidaya dan standar pertanian yang baik. (MZ’2026)
