
Judul : Pemanfaatan Burung Hantu untuk Pengendalian Tikus Sawah
Penulis : Agus Wahyana Anggara, dkk.
Penerbit : Pertanian Press
Tahun Terbit : 2026
Jumlah Halaman : 63 halaman
Link akses 1 : https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/28916
Link akses 2 : https://tanirepo.id/items/c5cb897f-6623-478a-8f3a-afdba00d88f8
Tikus sawah merupakan salah satu hama yang kerap menjadi ancaman dalam budidaya padi. Serangannya dapat terjadi sejak fase persemaian hingga menjelang panen dan berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman serta menurunkan hasil produksi. Kemampuan tikus berkembang biak dengan cepat serta beradaptasi pada lingkungan pertanian membuat pengendaliannya menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Oleh Karena itu, diperlukan strategi pengendalian yang efektif, dengan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.
Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan musuh alaminya, yaitu burung hantu. Burung hantu menjadi predator alami yang memangsa tikus sehingga keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk membantu menekan populasi tikus di lahan pertanian. Hal inilah yang menjadi fokus pembahasan buku Pemanfaatan Burung Hantu untuk Pengendalian Tikus Sawah.
Buku ini memberikan gambaran mengenai potensi burung hantu jenis Tyto sp. sebagai predator alami dalam pengendalian tikus sawah. Jenis ini dipilih karena merupakan burung hantu yang paling mudah berdampingan dengan manusia. Pembaca juga diperkenalkan pada karakteristik dan perilaku burung hantu jenis Tyto sp. yang mendukung perannya sebagai pemangsa tikus. Pembahasan tersebut menjadi dasar untuk memahami potensi burung hantu dalam mendukung pengendalian hama di lingkungan pertanian.
Keberhasilan pemanfaatan burung hantu sebagai pengendali hama tidak cukup hanya dengan menghadirkannya di sekitar persawahan. Burung hantu membutuhkan lingkungan yang sesuai agar dapat bertahan hidup, berburu, dan berkembang biak. Buku ini membahas tentang burung hantu dan berbagai strategi untuk mendukung keberadaan burung hantu, termasuk penyediaan habitat dan sarana pendukung di sekitar lahan pertanian diuraikan secara lengkap. Dari segi penyajian, buku ini didominasi gambar dan infografis yang dilengkapi uraian singkat pada hampir setiap halaman.
Penyajian dalam buku ini memperluas wawasan pembaca bahwa satwa liar, seperti burung hantu, memiliki peran ekologis yang dapat mendukung kegiatan pertanian. Pembahasan singkat yang menghubungkan karakteristik predator, perilaku tikus, dan kondisi lingkungan memberikan pemahaman bahwa pengendalian hama perlu mempertimbangkan ekosistem secara keseluruhan.
Buku Pemanfaatan Burung Hantu untuk Pengendalian Tikus Sawah memiliki kelebihan pada penyajian visual yang membantu pembaca mengenali burung hantu dan memahami objek yang dibahas. Gambar-gambar yang dilengkapi keterangan singkat membuat informasi mudah dipahami dan menarik sebagai bahan pengenalan mengenai pemanfaatan burung hantu dalam pengendalian tikus sawah.
Namun hal ini bisa menjadi salah satu kendala bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam tentang burung hantu. Penambahan uraian tentang langkah penerapan dan kondisi pendukung akan memperkuat nilai praktis buku, terutama bagi petani dan penyuluh. Meski demikian, buku ini tetap layak menjadi referensi awal bagi mahasiswa, peneliti, penyuluh pertanian, petani, praktisi perlindungan tanaman, dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pertanian berkelanjutan. (FNH’26)
