
Judul : Optimasi Lahan Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
Penulis : Andi Amran Sulaiman, dkk.
Penerbit : Pertanian Press
Tahun Terbit : 2025
Jumlah Halaman : 104 halaman
Link Akses : https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/28890
Di tengah meningkatnya ancaman krisis pangan global, perubahan iklim, alih fungsi lahan pertanian, serta pertumbuhan kebutuhan pangan yang terus meningkat, upaya menjaga swasembada pangan menjadi tantangan strategis bagi Indonesia. Kondisi tersebut menuntut adanya terobosan dalam peningkatan produktivitas lahan yang telah tersedia. Buku bertajuk “Optimasi Lahan Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan” hadir sebagai referensi yang relevan untuk memahami berbagai strategi peningkatan produksi pangan melalui pemanfaatan lahan secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Buku ini menjelaskan bahwa optimasi lahan merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional. Di saat ketersediaan lahan pertanian semakin terbatas, peningkatan produksi tidak selalu harus dilakukan melalui pembukaan lahan baru. Sebaliknya, pemanfaatan lahan yang telah ada secara lebih efektif dapat menjadi solusi yang lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Pada bagian awal, buku ini menguraikan kondisi eksisting lahan pertanian di Indonesia, termasuk sebaran dan karakteristik lahan sawah berdasarkan tipologi seperti irigasi, tadah hujan, pasang surut, dan lebak. Pembahasan ini memberikan gambaran bahwa masing-masing jenis lahan memiliki potensi sekaligus kendala yang berbeda, sehingga memerlukan pendekatan pengelolaan yang spesifik. Selain itu, disampaikan pula gambaran umum terkait luas lahan dan tingkat pemanfaatannya yang belum optimal.
Bagian berikutnya membahas konsep optimasi lahan melalui dua pendekatan utama, yaitu peningkatan indeks pertanaman (IP) dan pemanfaatan lahan alternatif. Dalam peningkatan IP, buku ini menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air, penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta penguatan kelembagaan petani untuk meningkatkan frekuensi tanam dalam satu tahun. Sementara itu, pemanfaatan lahan alternatif difokuskan pada optimalisasi lahan telantar, lahan kurang produktif, maupun lahan perkebunan yang memiliki potensi untuk mendukung produksi pangan.
Pada bagian strategi dan implementasi, buku ini menjelaskan secara rinci program optimasi lahan (Oplah) sebagai salah satu kebijakan prioritas pemerintah. Uraian mencakup berbagai intervensi seperti pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pengairan, pompanisasi, mekanisasi pertanian, serta penerapan teknologi modern. Selain itu, dijelaskan pula tahapan pelaksanaan program, mulai dari survei dan perencanaan hingga implementasi di lapangan, yang menunjukkan bahwa optimasi lahan merupakan proses yang terencana dan terintegrasi.
Sinergi dan kolaborasi lintas sektoral, dalam bab empat buku ini menekankan bahwa keberhasilan optimasi lahan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Peran pemerintah pusat dan daerah, dukungan kementerian/lembaga terkait, serta keterlibatan TNI, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan implementasi program di lapangan.
Bagian akhir buku menegaskan bahwa optimasi lahan merupakan salah satu strategi utama dalam mendukung swasembada pangan. Pendekatan yang dilakukan berorientasi pada peningkatan produksi dengan sistem pertanian yang tangguh, efisien, adaptif terhadap perubahan lingkungan dan teknologi.
Secara keseluruhan, buku ini memiliki kekuatan pada penyajian data yang komprehensif dan pendekatan yang sistematis dalam membahas optimasi lahan. Namun, akan lebih efektif jika dilengkapi dengan penyajian yang lebih komunikatif dengan contoh kasus lapangan, serta visualisasi data agar lebih mudah dipahami dan aplikatif bagi pembaca yang lebih luas. Buku ini direkomendasikan bagi pengambil kebijakan, perencana program, peneliti, penyuluh, serta praktisi pertanian yang membutuhkan referensi dalam memahami strategi peningkatan produktivitas lahan secara berkelanjutan. (DA’2026)
