
Judul : Buku Saku Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS)
Penulis : Andi Amran Sulaiman, dkk
Penerbit : Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP)
Jumlah Halaman : 16 halaman
Tahun Terbit : 2026
Link Akses : https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30295
Transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan, terbatasannya sumber daya, dan dampak perubahan iklim, sektor pertanian dituntut mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dengan penggunaan input yang lebih efisien. Pemanfaatan inovasi, mekanisasi dan teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan produksi sekaligus mendukung pertanian yang berkelanjutan.
Buku Saku Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) ini disajikan dalam bentuk infografis, sebagai panduan praktis dalam penerapan budidaya padi modern. Buku ini memperkenalkan konsep Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, data, dan pengelolaan budidaya secara presisi untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Tampilan buku diawali dengan pengenalan konsep PM-AAS beserta tujuan dan enam prinsip utamanya, yaitu pengelolaan lahan yang baik, penggunaan varietas unggul sesuai kondisi lahan, penerapan sistem tanam benih langsung (Tabela), pemupukan berimbang, pengelolaan air menggunakan metode Alternate Wetting and Drying (AWD), pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu, hingga panen tepat waktu.
Selanjutnya, tahapan budidaya padi mulai dari pengolahan tanah, penggunaan pupuk organik, pengaturan drainase hingga pengendalian gulma. Rekomendasi berbagai varietas unggul padi yang memiliki potensi hasil tinggi turut melengkapi informasi.
Teknik sistem tanam benih langsung (Tabela) yang menjadi salah satu ciri khas konsep PM-AAS, mulai dari persiapan benih, perlakuan benih sebelum tanam, hingga pengaturan pola tanam rapat tertuang dalam sajian berikutnya. Kemudian dilanjutkan dengan informasi tentang kalender pemupukan.
Salah satu info menarik buku ini adalah mengenai pengelolaan air melalui sistem AWD. Teknik ini dijelaskan secara sederhana disertai ilustrasi penggunaan tabung AWD sehingga mudah diterapkan di lapangan. Selain mampu menghemat penggunaan air hingga sekitar 20–30 persen, metode ini juga mendukung pertumbuhan akar yang lebih kuat dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Pada aspek perlindungan tanaman, buku menekankan pentingnya pengendalian OPT berdasarkan ambang ekonomi melalui pemantauan rutin, identifikasi hama dan penyakit, serta penggunaan pestisida secara bijaksana sebagai pilihan terakhir. Bagian akhir buku menyoroti teknik panen yang tepat, penggunaan combine harvester, hingga penanganan pascapanen untuk menjaga mutu gabah.
Kelebihan buku saku ini terletak pada penyajiannya yang ringkas, praktis, dan didukung ilustrasi yang memudahkan pembaca memahami setiap tahapan budidaya. Namun, karena ditujukan sebagai panduan praktis, materi yang disampaikan belum dibahas secara mendalam sehingga masih diperlukan referensi lain untuk memperoleh penjelasan yang lebih lengkap.
Secara keseluruhan, Buku Saku Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) merupakan referensi praktis yang sangat bermanfaat bagi petani, penyuluh, praktisi pertanian ataupun masyarakat umum yang ingin mengenal cara budidaya padi modern. Dengan menggabungkan prinsip efisiensi, mekanisasi, dan pengelolaan berbasis teknologi, buku ini layak menjadi panduan sederhana namun aplikatif dalam mendukung penerapan budidaya padi modern. (MZ’2026)
