
Judul : Budidaya Cabai Rawit di Lahan Berpasir
Penulis : Lili, dkk.
Penerbit : Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat
Tahun Terbit : 2022
Jumlah halaman : 82 p.
Limk Akses : https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/26075
Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan oleh petani di berbagai wilayah. Produktivitas berkelanjutan menjadi hal penting dalam upaya pemenuhan permintaan pasar. Pengembangan cabai rawit di lahan berpasir merupakan peluang pengembangan sekaligus memperluas areal tanam dengan pemanfaatan lahan marginal. Upaya tersebut membutuhkan pengetahuan budidaya yang tepat agar tanaman dapat tumbuh baik dalam keterbatasan kondisi lahan.
Buku yang bertajuk “Budidaya Cabai Rawit Di Lahan Pasir” disusun sebagai panduan praktis serta acuan pelaksanaan kegiatan produksi cabe rawit, khususnya pada lahan pasir di Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Buku ini menyajikan tahapan budidaya cabai rawit secara runtut, dimulai dari persiapan benih dan persemaian, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga panen, sesuai dengan praktik hortikultura yang baik (Permentan No 22 tahun 2021).
Pada bagian pendahuluan diuraikan antara lain gambaran singkat asal usul, syarat tumbuh, juga karakteristik tanaman cabai rawit yang dibudidayakan di Indonesia. Spesifik lokasi Profil Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen merupakan salah satu daerah sentra cabai rawit dengan rata-rata produksi 10 ton/ha. Dengan perbaikan manajemen serta aplikasi budidaya yang mempertimbangkan berbagai inovasi seperti penggunaan mulsa plastik hitam perak, maka target produksi yang diharapkan sebesar 12-15 ton/ha, dibahas dalam bagian ini.
Pada bagian persiapan lahan dan penanaman, buku ini menekankan pentingnya pengelolaan tanah yang baik serta penataan bedengan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pembahasan mengenai persemaian dan pemindahan bibit disajikan sebagai tahapan penting untuk memastikan tanaman tumbuh seragam. Selanjutnya, bagian pemeliharaan memuat penjelasan tentang penyiraman, pemupukan, penyiangan, serta upaya menjaga kesehatan tanaman agar produktivitas tetap terjaga.
Pada bagian selanjutnya, buku ini membahas pengendalian organisme pengangu tanaman sebagi bagian dari pemeliharaan tanaman. Pendekatan pengendalian disampaikan secara umum, dengan penekanan pada pemantauan kondisi tanaman dan tindakan pengendalian yang sesuai dengan tingkat serangan. Pada bagian akhir, pembahasan panen dan pascapanen memberi gambaran waktu panen yang tepat serta cara penanganan hasil agar mutu cabai rawit tetap terjaga.
Dengan pendekatan praktis dan berbasis pengalaman lapangan, buku ini layak dijadikan referensi dalam upaya peningkatan produksi cabai rawit di lahan pasir. Susunan materi yang runtut dari hulu hingga hilir memudahkan pembaca mengikuti proses budidaya secara bertahap. Buku ini menggunakan bahasa yang sederhana, sehingga tidak hanya cocok untuk kalangan teknis, tetapi juga ramah bagi petani. Meski demikian, buku ini juga memiliki beberapa keterbatasan. Karena bersifat sangat teknis dan spesifik lokasi, penerapannya di daerah lain tetap memerlukan penyesuaian terhadap kondisi agroekosistem setempat. (DA’26)
