
Judul : Akses Modal Anti Gagal untuk Brigade Pangan
Penulis : Rizky Permana
Penerbit : Pertanian Press
Tahun Terbit : 2025
Jumlah halaman : 108 halaman
Link akses : https://repository.pertanian.go.id/items/aea2df05-4078-4733-a976-2ef3c9811438
Banyak usaha pertanian gagal berkembang bukan karena hasil panen yang buruk, melainkan karena lemahnya pengelolaan keuangan dan keterbatasan akses terhadap modal. Padahal, modal merupakan elemen penting yang menentukan keberlangsungan dan skala usaha. Di tengah tantangan tersebut, pemahaman terhadap cara kerja perbankan dan strategi memperoleh pembiayaan menjadi kunci utama bagi petani untuk meningkatkan daya saing dan mencapai keberhasilan usaha secara berkelanjutan.
Akses Modal Antigagal untuk Brigade Pangan karya Rizky Permana merupakan buku panduan praktis di bidang agribisnis yang diterbitkan pada tahun 2025 oleh Pertanian Press. Buku ini ditujukan khusus bagi petani, terutama yang tergabung dalam Brigade Pangan, untuk memahami dan mengakses permodalan usaha secara efektif. Disusun dengan pendekatan populer dan komunikatif, buku ini memadukan pengalaman penulis sebagai mantan bankir dengan realitas di lapangan, sehingga menghasilkan panduan yang aplikatif dan mudah dipahami. Karya ini menjadi salah satu referensi penting dalam mendukung penguatan kapasitas petani dalam aspek keuangan dan manajemen usaha pertanian modern.
Buku ini memuat pembahasan yang sistematis mengenai konsep dasar keuangan usaha, seperti modal, omzet, profit, dan arus kas. Penulis menekankan bahwa keberhasilan usaha pertanian tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh kemampuan mengelola keuangan secara tepat. Arus kas, misalnya, dijelaskan sebagai komponen paling krusial karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan operasional usaha. Penjelasan disertai contoh kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan petani, sehingga memudahkan pembaca memahami konsep yang sering dianggap rumit.
Selain itu, buku ini juga menguraikan secara rinci cara kerja lembaga perbankan dalam menilai kelayakan kredit melalui pendekatan analisis 5C, yaitu character, capacity, capital, collateral, dan condition. Penjelasan ini memberikan wawasan baru bagi petani mengenai “cara berpikir bankir”, sehingga mereka dapat menyusun proposal usaha yang lebih terstruktur dan sesuai dengan standar perbankan. Buku ini tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga memberikan strategi praktis agar pengajuan pinjaman memiliki peluang lebih besar untuk disetujui.
Pembahasan mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu bagian penting dalam buku ini. KUR dipaparkan sebagai instrumen pembiayaan yang relatif mudah diakses oleh petani karena memiliki bunga rendah dan persyaratan yang lebih fleksibel dibandingkan kredit konvensional. Buku ini menjelaskan berbagai jenis KUR, mulai dari skala mikro hingga kelompok, serta persyaratan administratif dan teknis yang harus dipenuhi. Dengan demikian, pembaca memperoleh gambaran yang jelas mengenai prosedur dan peluang dalam memanfaatkan program pembiayaan pemerintah tersebut.
Keunggulan lain dari buku ini adalah adanya panduan strategis dalam mengembangkan usaha pertanian skala besar melalui pendekatan kolektif. Penulis menguraikan langkah-langkah konkret, seperti konsolidasi lahan, penguatan legalitas kelompok, penyusunan rencana bisnis, hingga membangun kepercayaan dengan pihak perbankan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kerja sama dalam kelompok, seperti Brigade Pangan, dapat meningkatkan skala usaha sekaligus memperbesar akses terhadap modal.
Namun demikian, meskipun disampaikan dengan gaya populer yang komunikatif dan mudah dipahami, tampilan visual buku, terutama pada bagian sampul terkesan formal dan kurang mencerminakan nuansa kekinian, sehingga daya tarik awal bagi pembaca khususnya generasi muda, masih berpotensi untuk ditingkatkan.
Secara keseluruhan, Akses Modal Antigagal untuk Brigade Pangan merupakan karya yang sangat relevan dalam mendukung transformasi pertanian menuju arah yang lebih modern dan profesional. Buku ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang aspek keuangan, tetapi juga membangun pola pikir baru bahwa permodalan bukanlah hambatan, melainkan alat strategis untuk mengembangkan usaha. Dengan pendekatan yang praktis dan berbasis pengalaman, buku ini dapat menjadi salah satu referensi penting bagi petani, penyuluh, maupun pelaku agribisnis dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing di sektor pertanian. (MZ’2026)
