Pakcoy mudah dibudidayakan di lahan terbatas, cepat panen, dan memiliki peluang pasar yang menjanjikan. Dengan teknik yang tepat, sayuran hijau ini dapat menjadi pilihan usaha pertanian yang praktis dan bernilai ekonomi.
Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan salah satu jenis sayuran daun dari kelompok Brassicaceae yang berumur pendek, sekitar 45 hari. Masa pertumbuhan pakcoy yang relatif singkat memungkinkan petani memperoleh hasil dalam waktu tidak terlalu lama. Selain itu, tanaman ini dapat dibudidayakan dengan teknologi yang relatif sederhana, sehingga sesuai untuk dikembangkan pada skala rumah tangga maupun usaha pertanian.
Syarat Tumbuh Pakcoy
Pakcoy dapat tumbuh pada dataran rendah maupun dataran tinggi, namun pertumbuhan pakcoy lebih baik pada daerah dataran tinggi dengan kondisi lingkungan yang mendapatkan sinar matahari cukup.
Selain cahaya, kondisi tanah juga perlu diperhatikan. Pakcoy membutuhkan tanah dengan aerasi dan drainase yang baik. Air yang menggenang dapat mengganggu kondisi perakaran dan meningkatkan risiko munculnya gangguan pada tanaman. Pakcoy tumbuh baik pada tanah dengan pH sekitar 5,5–6,0.
Persemaian
Tempat persemaian berupa bedengan dengan media semai setebal sekitar 7 cm. Media semai dibuat dari campuran tanah yang telah dihaluskan dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1. Benih direndam dengan larutan Previkur N dengan konsentrasi 0,1% selama ± 2 jam, kemudian dikeringkan.
Selanjutnya benih disebar merata di atas bedengan persemaian yang telah disiram terlebih dahulu, kemudian ditutup kembali dengan media semai. Ukuran persemaian 1 m x 10 m, selanjutnya ditutup dengan alang-alang atau jerami kering selama 2-3 hari untuk membantu menjaga kondisi persemaian pada tahap awal perkecambahan.
Persiapan Lahan
Lahan diolah menggunakan cangkul hingga kedalaman 20–30 cm. Selanjutnya dibuat bedengan dengan lebar 100–120 cm, tinggi 30 cm, dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan dan sebaiknya tidak lebih dari 15 meter. Jarak antarbedengan sekitar 30 cm. Bedengan dianjurkan dibuat membujur dari arah barat ke timur agar tanaman memperoleh cahaya matahari secara optimal.
Kondisi pH tanah perlu diperhatikan sebelum pakcoy ditanam. Apabila tanah bersifat asam (pH rendah) dapat diberikan dolomit atau kalsit 1,5 ton per hektare pada 2–4 minggu sebelum penanaman.
Lahan yang telah dipersiapkan perlu diberikan pupuk organik berupa kotoran ayam yang telah difermentasi dengan dosis 2–4 kg/m² tiga hari sebelum tanam. Pupuk organik dicampurkan dengan tanah agar penyebaran bahan organik lebih merata.
Penanaman
Bibit yang telah berumur 21 hari atau telah berdaun 3-4 helai, ditanam di bedengan dengan jarak tanam 30 cm x 30 cm atau 30 cm x 25 cm. Pupuk susulan berupa urea 100 kg/ha (10 g/m2) atau NPK 50 kg/ha (0,5 g/m2) diberikan dua minggu setelah tanam secara larikan di samping barisan tanaman. Selanjutnya dapat ditambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m 2) pada umur 10 dan 20 hari setelah tanam.
Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan pada musim kemarau, sejak awal tanam sampai waktu panen. Penyulaman tanaman dilakukan paling lambat 1 minggu setelah tanam dan penyiangan gulma pada umur 2 minggu setelah tanam.
Untuk mencegah serangan hama dan penyakit tanaman, perlu diperhatikan sanitasi lahan dan drainase. Jika ada serangan gunakan jenis pestisida yang aman dan mudah terurai. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasi.
Panen dan Pascapanen
Pakcoy dapat dipanen pada umur 45 setelah tanam. Produksi pakcoy tergantung jenis (kecil atau besar) dan varietas. Sayuran ini tidak tahan disimpan lama dan pengangkutan jarak jauh. Jika disimpan pada suhu 0°C dan RH 95% pakcoy mempunyai umur simpan sekitar 10 hari. Untuk mempertahankan kualitas sebaiknya ditempatkan dalam wadah yang berlubang.
Sumber :
-
Edi, S., & Bobihoe, J. (2010). Budidaya tanaman sayuran. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/20717
-
Narulita, H. (2025). Teknik budidaya pakcoy (Brassica rapa L.) pada screen house 5 Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/26301





