Di tengah upaya pemerintah mendorong pertanian yang berkelanjutan, penggunaan pestisida alami semakin mendapat perhatian. Program Nasional Pengendalian Hama Terpadu (PHT)—sebagaimana diatur dalam PP No. 6 Tahun 1995—mendorong pemanfaatan agen hayati dan pestisida nabati untuk mengurangi ketergantungan petani pada pestisida kimia.
Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman. Keunggulan pestisida nabati, di antaranya ramah lingkungan, cepat terurai di alam, dan mengurangi residu pada tanaman dan tanah. Bahan mudah ditemukan dan banyak tumbuh di sekitar kita. Proses pembuatannya sederhana dan mudah. Karena bersifat biodegradable, pestisida nabati tidak meninggalkan residu yang membahayakan kesehatan ataupun merusak ekosistem.
Salah satu tanaman lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pestisida alami adalah mindi (Melia azedarach L.). Mindi merupakan salah satu jenis pohon cepat tumbuh dan multiguna. Daun dan biji mindi dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Tanaman tahunan ini tergolong ke dalam famili Meliaceae. Buahnya berwarna hitam, berbau kurang sedap, dan memiliki rasa yang sangat pahit—ciri khas tanaman yang memiliki bahan aktif antiserangga.
Mindi mengandung senyawa yang berfungsi sebagai antifeedant dan menghambat perkembangan serangga. Daun, buah, dan biji mindi mengandung saponin, flavonoid, alkaloid, polifenol, tanin, dan steroida yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Senyawa-senyawa inilah yang bekerja sebagai:antifeedant (menghambat serangga makan), racun perut, racun kontak, dan racun pernapasan. Senyawa metabolik sekunder bersifat antifeedant dan repellent bagi hama sasaran menghambat perkembangan serangga serta bersifat antibakteri bagi manusia. Daun mindi mengandung senyawa glokosida flavonoid dengan aglikon kuersetin yang bersifat sebagai insektisida botanis. Ekstrak daun mindi dapat digunakan sebagai bahan untuk mengendalikan hama termasuk belalang. Biji mindi memiliki kandungan minyak hingga 40%, dan minyak ini mengandung alkaloid yang bisa larut dalam air—menjadikannya efektif untuk larutan pestisida nabati.
Cara Membuat Pestisida Nabati dari Mindi
Membuat pestisida mindi sangat sederhana, mudah, cepat, dan tidak memerlukan peralatan khusus. Pisahkan daun mindi dari ranting, tumbuk daun hingga agak halus. Rendam dalam air dengan konsentrasi 25–50 gram per liter selama 24 jam, kemudian saring larutan. Cairannya siap digunakan dengan cara .disemprotkan langsung ke tanaman yang terserang hama.
Menuju Pertanian Ramah Lingkungan
Pemanfaatan pestisida nabati dalam pengelolaan hama dan penyakit dapat memberikan hasil yang optimal dan relatif aman bagi makhluk hidup dan lingkungan. Pemanfaatan mindi sebagai pestisida nabati merupakan langkah kecil namun penting menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan pestisida alami dapat membantu menjaga kesehatan manusia, kesuburan tanah, dan keseimbangan ekosistem, sekaligus menegaskan bahwa solusi pertanian berkelanjutan telah tersedia di sekitar kita dan dapat dimanfaatkan secara bijak. (JA/12/2025)
Sumber:
- Sani, Y. ,Bahri, S. (1995). Pathological and biochemical changes in intoxication of mindi (Melia azedarach) leaf. Jurnal ilmu Ternak dan Veteriner. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/3040
- Suryaningsih, E. dan Hadisoeganda, W.(2004). Pestisida botani untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman sayuran. Monograf 26. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/15911
- Apriliyanto, E., & Suhastyo, A. 2024 Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Mekar Rahayu Banjarnegara melalui pelatihan pembuatan pestisida nabati daun mindi. Alkhidmah: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat, 2(4), 167–175. https://ejurnalqarnain.stisnq.ac.id/index.php/ALKHIDMAH/article/view/1117/1264




