Buah pala tidak lagi cukup dipandang sebagai komoditas rempah semata. Dengan sentuhan inovasi, setiap bagian buah pala dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang menjawab kebutuhan pasar. Penganekaragaman olahan buah pala menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan dan mengangkat daya saing produk lokal menuju pasar yang lebih luas.
Pala merupakan salah satu komoditas rempah unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selama ini, pemanfaatan pala lebih banyak berfokus pada biji dan fuli, sementara daging buahnya sering kali belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui diversifikasi produk olahan, daging buah pala dapat diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Selain meningkatkan nilai jual komoditas, inovasi pengolahan ini juga berperan dalam mengurangi limbah pertanian serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Produk Olahan Pala
Sirup Pala
Bahan dan Alat
Bahan utama pembuatan sirup pala, yaitu 3 kg buah pala, biji pala segar, fuli (bunga pala) segar, gula pasir, garam secukupnya, asam sitrat sebanyak 0,25 persen, serta air. Peralatan yang diperlukan, antara lain blender, panci tahan asam, sendok pengaduk, pisau, talenan, wadah atau tempat sesuai kebutuhan, kain saring, timbangan analitik, dan botol kemasan.
Proses Pembuatan
Diawali dengan mengupas buah pala hingga bersih dari kulitnya. Setelah itu, buah pala direndam selama 12 jam dalam larutan garam 5% dari jumlah air yang digunakan. Selanjutnya, buah pala dicuci menggunakan air bersih, dipotong atau diiris menjadi bagian-bagian kecil, dan ditimbang sebanyak 3 kg. Irisan buah pala dihancurkan menggunakan blender dengan menambahkan sedikit air, kemudian beratnya diukur kembali sebagai dasar untuk menentukan jumlah bahan tambahan yang akan digunakan.
Biji pala dan fuli segar ditambahkan sebanyak 1 persen, sedangkan jumlah air yang dicampurkan sebanyak dua kali berat buah pala. Sebagai aroma, tambahkan campuran biji dan fuli segar sebanyak 1 persen dari berat buah pala yang dihancurkan. Kemudian buah pala, biji, fuli dan air dihaluskan dengan blender, kemudian difilter dengan kain saring. Hasil saringan kemudian dimasak selama 15 menit dengan menambahkan gula pasir 75% dari berat hasil saringan campuran buah pala, biji, fuli dan air. Sirup pala siap dikemas di dalam botol steril.
Saos Pala
Bahan dan Alat
Bahan yang diperlukan, antara lain 600 gram daging buah pala, 400 gram tomat, 200 gram cabai besar, 20 gram cabai rawit, 250 gram gula pasir, 40 gram garam, 20 gram tepung tapioka, 4 gram asam benzoat, 2 sendok makan cuka 25%, 2 sendok minyak wijen, 2 sendok makan saus Inggris, serta 2,5 gram penyedap rasa.
Proses Pembuatan
Daging buah pala direndam dalam larutan garam 5% selama 12 jam. Setelah itu, lapisan terluar kulit buah pala dikupas tipis-tipis, kemudian daging buah diiris dan dikukus selama 15 menit. Selanjutnya, daging pala digiling atau diblender hingga halus dengan menambahkan air. Untuk setiap 600 gram daging buah pala, ditambahkan 1 liter air hingga terbentuk bubur pala.
Sementara itu, tomat dikukus, kemudian diblender dan disaring. Cabai besar dan cabai rawit juga dikukus, lalu diblender dan disaring. Bubur daging buah pala kemudian dicampurkan dengan sari tomat dan cabai yang telah dihaluskan. Campuran tersebut dimasak dengan api sedang sambil ditambahkan larutan tepung tapioka yang dibuat dari 20 gram tepung tapioka dan 50 ml air. Adonan terus diaduk hingga tercampur rata dan dimasak sampai mengental atau kadar airnya berkurang. Setelah dingin, saus pala siap disajikan maupun dikemas.
Dodol Pala
Bahan dan Alat
Daging buah pala 1 kg, tepung beras ketan, santan, gula pasir, gula merah, garam, vanili, minyak kelapa, dan mentega. Peralatan yang digunakan meliputi pisau, wadah, ayakan, loyang, sendok kayu, blender, dan plastik polietilen untuk pengemasan.
Cara Pembuatan
Diawali dengan merebus santan hingga mendidih, tambahkan gula pasir dan gula merah masing-masing sebanyak 300 gram sambil terus diaduk hingga tercampur rata. Sementara itu, buah pala diblender bersama sedikit air hingga menjadi bubur yang halus. Setelah campuran santan dan gula mulai mengental, masukkan bubur buah pala sebanyak 500 gram serta tepung ketan sebanyak 300 gram. Aduk hingga seluruh bahan tercampur merata. Proses pemasakan kemudian dilanjutkan dengan pengadukan secara terus-menerus untuk memperoleh tekstur dodol yang optimal. Estimasi waktu pemasakan mencapai kurang lebih 4 jam. Sekitar 2 jam setelah pemasakan berlangsung, adonan akan berubah warna menjadi cokelat pekat. Pada tahap ini, campuran dodol mulai mendidih dan menghasilkan gelembung-gelembung udara. Adonan harus terus diaduk agar gelembung yang muncul tidak meluap keluar dari wajan serta untuk menjaga kematangan yang merata.
Setelah dodol matang, adonan diangkat dan didinginkan dalam wadah atau periuk berukuran besar. Dodol pala yang berkualitas baik ditandai dengan warna cokelat tua, tekstur yang pekat, serta permukaan yang mengilap. Setelah dingin, dodol pala siap untuk dikonsumsi maupun dikemas.
Melalui inovasi produk yang berkelanjutan, potensi pala Indonesia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal guna mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dan memperkuat daya saing agribisnis secara berkelanjutan. (WD 2026)
Sumber:
Fibriyanti, D., Pani, R. P. V. D., Kardiyono. (2024). Diversifikasi produk olahan pala (Edisi revisi). Pertanian Press.
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/23662 



