Di balik sajian telur yang hadir setiap hari di meja makan, terdapat serangkaian proses produksi yang sangat menentukan kualitas dan keamanannya. Proses tersebut, sejak pemeliharaan di kandang hingga distribusi ke konsumen perlu dikelola secara optimal agar telur yang dihasilkan tidak hanya banyak, tetapi juga aman untuk dikonsumsi. Penerapan kesejahteraan ayam petelur menjadi faktor kunci dalam menghasilkan pangan yang sehat dan bermutu.
Ayam petelur adalah salah satu jenis hewan ternak yang banyak dibudidayakan dan dimanfaatkan hasil ternaknya (telur). Telur merupakan salah satu sumber protein yang paling mudah dijangkau oleh masyarakat. Hampir setiap hari, telur hadir di meja makan dalam berbagai olahan. Untuk itu, aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama sejak dari kandang hingga telur dikonsumsi. Rantai produksi ini menuntut pengelolaan yang baik agar telur yang dihasilkan tidak hanya melimpah, tetapi juga aman dan sehat. Kunci dari semua itu terletak pada penerapan kesejahteraan hewan ayam petelur.
Dalam budi daya ayam petelur, aspek keamanan pangan perlu mendapat perhatian utama. Setiap tahap rantai produksi peternakan mulai dari farm (kandang) sampai tersaji menjadi produk makanan harus dijaga keamanan pangannya. Pemeliharaan ayam petelur harus memperhatikan amanat dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 jo Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 66 dan 67. Penjelasan undang-undang tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 95 tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan pasal 83-96. Beberapa hal terkait pemberian pakan, perkandangan, pengendalian penyakit, pelaksanan biosekuriti, dan pemahaman terkait perilaku unggas harus berpedoman pada undang-undang tersebut.
Prinsip Kesejahteraan Ayam Petelur
Dalam praktiknya, kesejahteraan ayam petelur mengacu pada lima prinsip kebebasan hewan. Ayam harus terbebas dari rasa lapar dan haus dengan mendapatkan pakan dan air minum yang cukup sesuai kebutuhan fisiologisnya. Selain itu, ayam juga harus terbebas dari rasa tidak nyaman melalui penyediaan lingkungan kandang yang layak dan tempat beristirahat yang baik. Kesehatan menjadi hal yang penting sehingga ayam harus terbebas dari penyakit, cedera, dan gangguan kesehatan melalui upaya pencegahan dan penanganan yang tepat. Rasa aman juga perlu dijaga agar ayam tidak mengalami stres atau ketakutan yang dapat mengganggu produktivitas. Di sisi lain, ayam tetap perlu diberi ruang untuk mengekspresikan perilaku alaminya sebagai makhluk hidup.
Pakan dan Minum yang Baik
Pakan dan air minum menjadi fondasi utama dalam pemeliharaan ayam petelur. Setiap ayam harus mendapatkan pakan dengan kualitas dan komposisi nutrisi yang sesuai dengan tahap pertumbuhannya untuk memenuhi kebutuhan fisiologisnya, kesehatan serta menjaga tubuh dari gangguan metabolik/nutrisi. Pakan tidak boleh tercemar, rusak, atau mengalami penurunan kualitas yang dapat memengaruhi kesehatan ayam. Akses terhadap pakan harus merata agar tidak terjadi persaingan berlebihan di dalam kandang. Ukuran butiran pakan yang diberikan sesuai dengan bobot ayam petelur. Kualitas dan komposisi pakan sesuai dengan standar pakan ayam petelur yang ditetapkan. Pakan berasal dari pemasok yang sesuai dengan GMP dan/ atau ( GHP) Good Animal Hubsandry yang diakui dan sesuai dengan kualitas dan standar regulasi anjuran pemerintah. Bila terjadi perubahan pakan, pakan yang diberikan tidak boleh memengaruhi pertumbuhan, produksi, dan perilaku ayam petelur (layer chickens).
Pemantauan tingkat pertumbuhan populasi dilakukan secara teratur dengan pengambilan sampling setiap kandang dan kelompok umur. Layer yang tidak dapat mengakses pakan yang cukup harus dikeluarkan selama pemeriksaan harian dan dipelihara terpisah atau stamping out untuk memberantas, atau melenyapkan layer yang dianggap merugikan atau berbahaya.
Minum
Air minum harus tersedia secara terus-menerus, bersih, dan aman dari kontaminasi. Kualitas air perlu dipantau secara rutin karena air yang tidak layak dapat menjadi sumber penyakit. Setiap layer mendapatkan akses air minum secara ad libitum , air selalu tersedia, ayam bisa minum kapan saja. Air yang diberikan diuji secara berkala agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Prosedur operasional baku (POB) peternakan/ farm dalam penggunaan peralatan air minum, seperti:bells, nipples atau cup harus diterapkan. Tandon penyimpanan air untuk menyimpan cadangan air dipastikan cukup minimal untuk kebutuhan dalam 24 jam. Peternak harus memantau aliran air dan persediaan serta segera memperbaikinya apabila terjadi kendala.Pemeriksaan kualitas air minum dilakukan oleh peternak secara rutin terhadap kandungan fisik, kimia, dan mikrobiologi.
Peternak menempatkan perangkat air minum pada titik-titik yang mudah diakses sesuai dengan jumlah dan bobot badan ayam. Peternak juga memastikan tidak ada kompetisi antarindvidu dalam mendapatkan akses air minum. Apabila terjadi kerusakan dalam sistem pasokan air perlu dilakukan pengaturan alternatif untuk memastikan setiap ayam mendapatkan air yang cukup setiap harinya. Ayam yang ditemukan saat pemeriksaan harian tidak dapat mengakses air minum dengan cukup segera dipelihara terpisah atau segera dipotong dengan memperhatikan aspek kesejahteraan hewan Dilakukan pembersihan terhadap sarana dan prasarana pakan dan minum yang digunakan untuk mencegah akumulasi materi berbahaya (kimia, fisik, dan mikrobiologi).
Kualitas telur yang dikonsumsi tidak terlepas dari pengelolaan proses produksi secara menyeluruh. Penerapan kesejahteraan ayam petelur yang baik menjadi penting untuk menjamin keamanan dan mutu pangan. (JUZ/2026).
Sumber bacaan
Tim Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner. (2023). Pedoman kesejahteraan hewan pada peternakan ayam petelur (layer). Pertanian Press.https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/23665





