Menentukan kapan dan berapa banyak pupuk yang harus diberikan sering kali menjadi keputusan penting yang memengaruhi hasil panen. Pemberian pupuk yang berlebihan tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga dapat berdampak pada lingkungan. Bagan warna daun (BWD) hadir sebagai teknologi sederhana yang dapat membantu petani mengambil keputusan dalam pemberian pupuk nitrogen pada tanaman padi secara lebih efisien.
Upaya peningkatan produksi padi terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat. Upaya tersebut juga perlu berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan petani serta upaya menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pupuk secara lebih efisien. Dalam hal ini, bagan warna daun (BWD) hadir sebagai teknologi sederhana, praktis, dan terjangkau yang dapat membantu petani menentukan waktu yang tepat dalam pemberian pupuk nitrogen (urea) pada tanaman padi sawah. Dengan menggunakan teknologi ini dapat diketahui kapan pupuk N harus diberikan pada tanaman padi sawah. Hasil pengkajian di beberapa sentra produksi padi di Sumatra Utara membuktikan pemberian pupuk urea pada tanaman padi dengan menggunakan teknologi BWD dapat menghemat penggunaan pupuk urea sebanyak 36−42 kg per hektare dengan hasil gabah yang tetap tinggi. Selain meningkatkan pendapatan, penerapan teknologi BWD penting pula artinya dalam menghemat sumber daya pupuk nasional.
Teknologi Bagan Warna Daun (BWD)
Bagan warna daun (BWD) adalah alat bantu pengukuran dosis pemupukan yang terbuat dari plastik yang mempunyai 4 atau 6 skala warna yang dijadikan dasar penilaian kualitatif warna daun padi. Penggunaan BWD ada dua cara, yaitu
- Berdasarkan kebutuhan riil tanaman (real time) dengan membandingkan warna daun padi dengan skala BWD secara berkala, setiap 7−10 hari sejak 21−28 hari setelah tanam (HST) sampai fase masa primordial (pada padi hibrida dan padi tipe baru atau PTB dilanjutkan sampai 10 persen berbunga). Tanaman segera dipupuk N begitu warna daun berada di bawah skala 4 BWD. Dengan cara ini petani harus lebih sering ke sawah untuk membandingkan warna daun padi dengan BWD.
- Berdasarkan waktu yang telah ditetapkan, biasanya berdasarkan pertumbuhan tanaman, yaitu pertumbuhan awal (0−14 HST), pembentukan anakan aktif (21−28 HST) dan primordial (pada padi hibrida dan padi tipe baru atau PTB dilanjutkan pada fase 10 persen berbunga). Dengan cara ini petani hanya perlu melakukan 2−3 kali pengukuran warna daun.
Langkah penggunaan BWD sesuai dengan kebutuhan riil tanaman
- Berikan 50−75 urea/ha sebagai pupuk dasar atau pemupukan N pertama, sebelum tanaman berumur 14 HST. Pada saat ini BWD tidak perlu digunakan.
- Pengukuran warna daun padi dengan BWD dimulai 21−28 HST, dilanjutkan setiap 7−10 hari sekali sampai 50 HST (pada PTB dan padi hibrida, BWD digunakan sampai fase 10 persen berbunga).
Penggunaan BWD berdasarkan waktu yang telah ditetapkan
- Berikan 50−75 kg urea/ha sebagai pemupukan dasar atau pemupukan N pertama, sebelum tanaman berumur 14 HST. Pada saat ini BWD belum diperlukan.
- Pada saat pemupukan susulan 2 dan 3, bandingkan skala warna daun dengan BWD.
- Bila warna daun berada pada skala 3 atau kurang, berikan 75 kg urea/ha, bila target hasil adalah 5 ton/ha GKG. Tambah 25 kg urea setiap kenaikan target hasil 1 ton/ha.
- Bila warna daun mendekati skala 4, berikan 50 kg urea/ha pada target hasil 5 ton/ha GKG dan tambahkan urea 25 kg urea/ha untuk setiap kenaikan target hasil 1 ton/ha.
- Bila warna daun pada skala 4 atau mendekati 5, tanaman tidak perlu dipupuk untuk target hasil 5−6 ton/ha. Tambahkan urea 50 kg/ha untuk target hasil di atas 6 ton/ha.
Dengan teknologi BWD ini, penggunaan pupuk menjadi lebih efisien dan tetap memperoleh hasil panen yang optimal. Dengan demikian, penerapan BWD menjadi langkah strategis dalam mendukung pertanian yang lebih hemat, produktif, dan ramah lingkungan. (WD 2026)
Sumber:
- Susmawati ( 2022). Bahan ajar ameliorasi dan pemupukan. Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/16273 - Sosiawan, H. dkk. (2025). Buku saku brigade pangan edisi 2: Budidaya padi di lahan rawa. Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/24858 - Erythrina, Sariman, Zaini, Z. (2000). Hasil pengkajian dan cara penggunaan bagan warna daun. BPTP Sumatera Utara
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/7187





