
Bogor, 8 Desember 2025 — Komitmen bersama untuk memperluas akses informasi dan memperkuat budaya literasi diwujudkan melalui sinergi BB Pustaka dengan MPR RI dalam pengelolaan layanan perpustakaan yang inklusif, modern, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.
Tim Pustakawan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), sepakat untuk mempelajari pengelolaan layanan perpustakaan yang telah dikembangkan oleh BB Pustaka.
Rombongan yang berjumlah lima orang tersebut diterima langsung oleh Ketua Tim Kerja Layanan Perpustakaan, Sutarsyah, di Lobby Kantor BB Pustaka. Kegiatan diawali dengan library tour yang meliputi pengenalan berbagai layanan perpustakaan, mulai dari area layanan utama, display antiquariat, pojok braille, kids corner, hingga ruang preservasi.
Selanjutnya, rombongan diarahkan untuk mengikuti diskusi bersama Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro, Ketua Kelompok Substansi Perpustakaan Widaryono, Ketua Kelompok Substansi Penerbitan Eni Kustanti, serta para Ketua Tim Kerja.
Dalam sambutannya, Eko Nugroho Dharmo Putro menyampaikan bahwa BB Pustaka memiliki peran strategis dalam mendukung petani dan penguatan penyuluhan di Indonesia.
“Saat ini BB Pustaka tidak lagi hanya melayani masyarakat umum, tetapi lebih diarahkan untuk menyentuh para penyuluh sebagai ujung tombak informasi di lapangan. Melalui berbagai inovasi seperti Bincang Cerdas Literasi (BCL), Live of Agriculture Virtual Literacy (LOVE), Pustaka Bergerak (PUBER), Repositori dan Layanan Ilmiah (RELASI), dan Single Account, Penerbitan, dan penyebarluasan (SAPU TERAS), kami terus berupaya menyampaikan informasi program Kementerian Pertanian, teknologi pertanian, serta capaian sektor pertanian secara cepat, akurat, dan menarik kepada para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Sementara itu, pustakawan muda perpustakaan MPR RI, Satrya Yudha Hartanto, menyampaikan apresiasinya atas layanan yang dimiliki BB Pustaka. Ia mengaku banyak memperoleh ilmu yang dapat menjadi referensi untuk pengembangan layanan di perpustakaan MPR RI.
“Setelah melakukan studi banding dan berkeliling di Perpustakaan Pertanian, kami memperoleh banyak sekali ilmu yang bisa kami tiru. Ke depannya, kami berharap tidak hanya sebatas studi tiru, tetapi juga dapat terjalin kerja sama dalam pengembangan layanan perpustakaan. Saya sangat takjub dengan layanan preservasi dan antiquariat yang sangat bermanfaat bagi dunia literasi, terutama dalam upaya pelestarian koleksi-koleksi langka,” ungkapnya.
Kegiatan kunjungan studi banding ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarperpustakaan lembaga negara dalam pengembangan layanan informasi dan literasi. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, BB Pustaka dan Perpustakaan MPR RI diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan pemustaka, serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan yang inklusif dan berkelanjutan. (Rep FN/Edit SO)
