
Dalam semangat menggali kekayaan alam sekaligus meningkatkan kualitas hidup sehat, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB PUSTAKA) menghadirkan Workshop Tanaman Obat bertema “Hidup Sehat dengan Menggali Potensi Diri dan Alam” pada Rabu, 20 Mei 2026, di Gedung Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun BB PUSTAKA ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme, menghadirkan edukasi inspiratif tentang pemanfaatan tanaman obat sebagai solusi kesehatan alami berbasis kearifan lokal.
Workshop diikuti oleh berbagai kalangan, di antaranya Dharma Wanita Persatuan (DWP) BB PUSTAKA, purna bakti BB PUSTAKA, masyarakat kelurahan Balumbang Jaya Bogor Barat, masyarakat Kelurahan Kebon Pedes, masyarakat Kelurahan Tanah Sareal, mahasiswa IPB, serta perwakilan Sekolah Tinggi Agama Islam Sirojul Falah.
Ketua DWP BB PUSTAKA, Fariza Azizah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar sepanjang hayat yang terbuka bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, workshop ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat pengetahuan sekaligus sarana meningkatkan kualitas hidup.
“Tema workshop ini mengajak kita membangun pola hidup sehat melalui pengembangan kemampuan diri dan pemanfaatan kekayaan alam secara bijak. Kesehatan tidak hanya berasal dari makanan dan olahraga, tetapi juga dari keseimbangan fisik, mental, sosial, dan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat perlu lebih bijak memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang bernilai positif dan bermanfaat bagi kesehatan maupun pengembangan diri. “Kita dapat memanfaatkan waktu kita untuk hal-hal yang lebih bermanfaat daripada hanya melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat,” tambahnya.
Sementara itu, Katimker Layanan Perpustakaan BB PUSTAKA, Sutarsyah, menjelaskan bahwa kegiatan workshop merupakan bentuk nyata pemanfaatan fasilitas dan koleksi yang dimiliki BB PUSTAKA untuk masyarakat luas.
“Kegiatan seperti workshop ini merupakan bukti nyata pemanfaatan fasilitas yang dimiliki BB PUSTAKA, mulai dari tempat hingga koleksi yang tersedia,” jelasnya.
Sutarsyah juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan yang tersedia secara terbuka dan gratis di tiga titik layanan BB PUSTAKA, yaitu Gedung Juanda 20, Gedung P3D, dan Taman Baca Dramaga. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana belajar, membaca, dan meningkatkan literasi informasi.
Pada sesi utama, narasumber Sapto Waluyo selaku praktisi jamu dan tanaman obat menyampaikan berbagai materi mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk kesehatan sehari-hari. Selain mengenalkan berbagai jenis tanaman herbal dan manfaatnya, beliau juga memberikan tips kesehatan sederhana yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa tidur siang memiliki manfaat baik bagi kesehatan apabila dilakukan dengan durasi yang cukup, yakni sekitar 10–30 menit setiap hari. Ia juga menyampaikan bahwa udara terbaik untuk kesehatan berada pada pukul 03.00–05.00 pagi sehingga waktu tersebut baik dimanfaatkan untuk olah napas dan dzikir guna meningkatkan kualitas kesehatan tubuh.
“Di mana kita berada, apabila kita sakit pasti ada obatnya di sekitar kita. Karena Tuhan menciptakan penyakit selalu beserta obatnya,” ungkapnya.
Meski demikian, Sapto menegaskan bahwa pemanfaatan tanaman obat tetap harus disertai pengetahuan yang benar karena tidak semua herbal aman digunakan sembarangan. “Obat herbal pun ada yang beracun, sehingga lebih baik berkonsultasi dengan ahlinya dan membaca referensi yang dapat dipercaya, seperti koleksi yang tersedia di BB PUSTAKA,” tambahnya.
Selain sesi materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan jamu berbahan dasar buah mengkudu yang dipercaya dapat membantu meningkatkan imun tubuh, melancarkan peredaran darah, serta membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Praktik dilakukan secara berkelompok menggunakan bahan sederhana seperti mengkudu matang, kunyit, jahe, garam, gula, dan air.
Melalui kegiatan ini, BB PUSTAKA berharap masyarakat semakin mengenal manfaat tanaman obat tradisional serta mampu menerapkan pola hidup sehat secara alami dan berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi alam di sekitar lingkungan. (Rep. TR/Edit SO)
