Serang, 21 Oktober 2026 SERANG. Upaya mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan optimalisasi pemanfaatan lahan terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui rencana pembentukan Brigade Pangan (BP) di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten. Sebagai langkah awal, Tim Pembentukan Brigade Pangan dari Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian melaksanakan sosialisasi pada 14 Oktober 2026 yang melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari unsur pendamping yaitu penyuluh pertanian hingga perwakilan kelompok tani.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh 35 peserta yang terdiri dari Tim Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka), penyuluh dari Co-Working Space Provinsi Banten, penyuluh dari Co-Working Space Kabupaten Serang, serta para penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Pontang, serta sejumlah perwakilan kelompok tani (Poktan) di wilayah Pontang.
Menurut Irfan dari Tim BB Pustaka mengungkapkan dalam sesi pemaparan materi pembekalan “Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada calon anggota Brigade Pangan mengenai rencana pembentukan kelembagaan tersebut, sekaligus membangun koordinasi dan keterlibatan petani dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pertanian di wilayah setempat”.

Dalam upaya memberikan semangat kepada calon anggota, H.Marin dari Co-Working Space dari Provinsi Banten memberikan beberapa saran, menurut Marin” Agar sukses dalam mengelola BP sebaiknya nanti anggota BP melakukan orientasi untuk maju, mandiri (mampu mengelola potensi daerahnya), orientasi untuk meningkatkan produksi dan memiliki jiwa kewirausahaan” tegas beliau.
Setelah sosialisasi, Tim Pembentukan Brigade Pangan melanjutkan wawancara kepada para petani dan anggota kelompok tani selama dua hari. Wawancara ini menjadi bagian dari proses pengumpulan informasi untuk mengenali calon anggota yang akan terlibat dalam mengelola Brigade Pangan serta menggali kesiapan mereka dalam mendukung kegiatan yang direncanakan.
Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan survei lahan Oplah (optimasi lahan) yang direncanakan akan digarap oleh calon anggota Brigade Pangan. Survei ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi dan potensi lahan yang akan menjadi lokasi kegiatan, sehingga perencanaan pengelolaan lahan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Rangkaian kegiatan sosialisasi, wawancara, dan survei lahan selama 3 hari tersebut merupakan bagian dari persiapan pembentukan Brigade Pangan di Kecamatan Pontang. Melalui proses ini, diharapkan terbentuk tim yang siap berperan dalam pengelolaan lahan pertanian secara lebih terorganisir, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Serang.
Sinergi antara petani, kelompok tani, penyuluh, dan berbagai pihak terkait menjadi salah satu unsur penting dalam mempersiapkan Brigade Pangan. Dengan perencanaan yang matang dan keterlibatan petani sejak tahap awal, pembentukan Brigade Pangan di Kecamatan Pontang direncanankan dibentuk sebanyak 2 BP.
Pembentukan Brigade Pangan di Kecamatan Pontang sangat potensial karena hampir 90% lahan Oplahnya dipasok oleh air dari proyek Optimalisasi Lahan Non Rawa Rehabilitasi Jaringan Tersier oleh Kementerian Pertanian. Brigade Pangan Kecamatan Pontang diharapkan dapat eksis dalam mengelola usahanya untuk penguatan ketahanan pangan di daerahnya dan nasional, dan kelak menjadi role model (percontohan) untuk BP lainnya di Kabupaten Serang ini.(koresponden JO)
