
SUKABUMI – Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menyampaikan informasi pertanian secara tepat dan menarik menjadi kebutuhan penting bagi penyuluh. Menjawab tantangan tersebut, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menggelar Pelatihan Kemas Ulang Informasi bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu ( 17/06/ 2026).
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran penyuluh sebagai penghubung pengetahuan dan inovasi pertanian kepada petani serta membekali para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan keterampilan teknis dalam menyaring, mengolah, dan menyajikan informasi pertanian agar lebih relevan, menarik, dan mudah dipahami oleh petani di era digital. Di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan kebutuhan akan informasi yang cepat, peran penyuluh sebagai jembatan informasi menjadi sangat krusial.
Menteri Pertanian (Mentan) menyampaikan bahwa penerapan digitalisasi dan modernisasi menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan efisiensi usaha tani.
Selain itu pemanfaatan teknologi, seperti Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas dan hasil panen secara optimal.
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya bagi penyuluh pertanian untuk mampu memanfaatkan serta menguasai teknologi informasi, edukasi, dan komunikasi berbasis digital.
Menurutnya, transformasi penyuluhan dari metode konvensional menuju sistem digital menjadi langkah strategis untuk mempercepat, memperluas, dan meningkatkan efektivitas penyebaran informasi kepada seluruh pelaku pembangunan pertanian.
Mewakili Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Ketua Tim Kerja Layanan Literasi dan Pengetahuan Pertanian, Sigit Sayogya, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat para peserta. Sigit menegaskan pentingnya memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat penderasan informasi pertanian.
"Teman-teman menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mengikuti kegiatan ini. Keberadaan perpustakaan yang sangat berguna bagi kita semua sebagai pusat penderasan informasi. Selain itu, pelatihan ini juga berperan penting dalam mendukung upaya regenerasi petani, salah satunya program Brigade Pangan," ujar Sigit.
Kepala Bidang Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukabumi, Anzar Kusnandar menyambut baik dan antusias dengan pelaksanaan pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa pihak perpustakaan berkomitmen penuh dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah melalui pemanfaatan fasilitas perpustakaan.
"Kegiatan yang dilakukan di perpustakaan akan kami akomodir selama ruangan tidak digunakan, kami persilahkan. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi demi meningkatkan kualitas literasi masyarakat," ujar Anzar dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Penyuluh Kabupaten Korwil II, Sostenes menyoroti pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja penyuluh dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi mereka di lapangan. Menurutnya, kemampuan melakukan diseminasi informasi yang efektif adalah kunci keberhasilan pendampingan program strategis Kementerian Pertanian.
"Kegiatan ini berisi materi yang sangat penting karena tugas kita sebagai penyuluh, ada melaksanakan tugas pokok dan pendampingan kepada program strategis Kementan, yang mana salah satunya adalah diseminasi. Kita tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi harus memastikan pesan tersampaikan dengan cara yang inovatif," ungkap Sostenes.
Lebih lanjut, ia memberikan arahan kepada 30 orang penyuluh yang menjadi peserta pelatihan dari total 139 penyuluh di Kabupaten Sukabumi agar menjadi agen perubahan (agent of change). Sostenes berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruangan pelatihan saja, melainkan segera ditularkan kepada rekan-rekan penyuluh lainnya yang belum berkesempatan hadir, sehingga standar pelayanan informasi pertanian secara keseluruhan di Kabupaten Sukabumi dapat meningkat secara merata.
Pelatihan ini diharapkan menjadi katalisator bagi PPL untuk lebih kreatif dalam mengemas data teknis menjadi konten visual atau narasi yang menarik. Dengan penguasaan literasi digital yang mumpuni, para penyuluh diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani melalui pendampingan yang berbasis data dan informasi yang akurat. (Rep QAR/Edit SO)
